Soloensis

GAGALNYA PENGENDALIAN MANAGEMEN PADA PERUSAHAAN KELUARGA NYONYA MENEER

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2233

GAGALNYA PENGENDALIAN MANAGEMEN PADA PERUSAHAAN KELUARGA NYONYA MENEER

Nurul Rahmawati

Riari Wulandari

Mahasiswa FE Unissula jurusan Akuntansi

Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Drs. Osmad Muthaher, M.Si

Dosen FE Universitas Sultan Agung Semarang

PT Nyonya Meneer atau yang dikenal dengan Jamu Cap Potret Nyonya Meneer merupakan salah satu perusahaan asal Indonesia yang memproduksi jamu-jamu tradisional Jawa. Dapat dikatakan PT Nyonya Meneer merupakan salah satu pelopor jamu tradisional. PT Nyonya Meneer didirikan pada tahun 1919 dengan pusat industry di Kota Semarang. Pada tahun 1940, kemudian berdirilah cabang dari toko Nyonya Meneer di Jakarta. Seiring dengan perkembangan waktu, PT Nyonya Meneer menjadi perusahaan terkemuka penghasil jamu-jamu tradisional di Indonesia. Pabrik Jamu PT Nyonya Meneer berdiri di lahan seluas 9.980 meter persegi di Kota Semarang.

Pada saat kepemimpinan Nyonya Meneer perusahaan mengalami kemajuan pesat dan menjadikan perusahaan berbentuk Perseroan terbatas (PT). Sampai tahun 1967, Nyonya Meneer masih bertindak sebagai Direktur Utama meskipun secara formal perusahaan dipercayakan kepada anaknya, Hans Ramana. Anaknya yang lain yang bernama Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan diangkat menjadi anggota dewan komisi perusahaan. Sementara itu, model manajemen masih mengikuti model sang pendiri, yang berorientasi pada keuntungan besar. Perusahaan juga masih mempekerjakan sistem pengelolaan yang sederhana, belum modern.

            Suksesi paska meninggalnya Hans Ramana dengan terjadinya konflik yang berimbas pada perebutan kekuasaan menjadi masa kritis bagi manajemen perusahaan. Semuanya berujung dari pengelolaan perusahaan yang mengesampingkan aspek profesionalisme dan kemudian melebar menjadi perselisihan keluarga. Pengelolaan berdasarkan sistem yang sudah usang dan orientasi manajemen perusahaan hanyalah mengejar untung dalam jumlah besar. Ditambah lagi dengan kerakusan terhadap harta dan kekuasaan, kombinasi semua masalah itu menjelma menjadi bumerang bagi kelangsungan hidup perusahaan. Sehingga berdasarkan analisis strategi dan bisnis, serta pemilihan dan pengembangan suksesor, termasuk hubungan antar keluarga dengan karyawan sebagai beberapa komponen penentu keberlanjutan bisnis keluarga, kelihatannya belum diimplementasikan dengan optimal oleh Nyonya Meneer.

Konflik ini terselesaikan dengan baik semenjak Charles Saerang menguasai penuh saham PT Nyonya Meneer dari anggota keluarga lain sehingga ia lebih leluasa mengelola perusahaan. Semula pengelolaan Nyonya Meneer oleh keluarga jauh dari kesan profesionalisme. Struktur organisasi yang terdapat di PT Jamu Nyonya Meneer merupakan bentuk organisasi garis dan staff. Wewenang dari pucuk pimpinan mengalir secara langsung kepada para pimpinan pada bagian yang memimpin setiap bagian. Dengan struktur ini proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat. Saudara yang semula memegang operasional perusahaan jabatannya diganti menjadi komisaris.

Masalah-masalah pekerja dan pemogokan buruh kerap terjadi pada tahun 2000 – 2001 di perusahaan jamu ini, diantaranya: penuntutan pembayaran THR, demonstrasi, pemogokan, hak asasi manusia. Namun sejak perbaikan manajemen dibawah kepemimpinan penuh Charles Saerang, tidak tercatat lagi masalah kepegawaian di perusahaan ini.

Masalah yang terjadi selanjutnya setelah perusahaan di pegang oleh generasi ke tiga yaitu ternyata adanya hutang sebesar 7,4 Milyarr dan perusahaan tersebut tidak bisa membayar kewajiban perusahaan tersebut. Selain permasalahan hutang perusahaan Nyonya Meneer tidak bisa mengikuti perkembangan pasar dalam managemen penjualananya. Strategi usaha yang dapat dilakukan adalah senantiasa melakukan peningkatan kualitas atau mutu jamu, peningkatan kualitas kemasan, dan mencari bahan baku yang murah dan berkualitas baik. Selain itu, dapat juga dilakukan pendekatan atau lobi-lobi untuk perluasan pasar, melakukan promosi yang gencar seperti pengadaan bonus, potongan harga, kemudahan pembayaran, dan yang paling penting adalah membangun loyalitas dan komitmen pada konsumen. Selain promosi yang telah disebutkan di atas, promosi juga dapat dilakukan dengan cara beriklan di media lokal seperti di radio ataupun koran lokal. Terkait dengan promosi melalui iklan di media sosial, rasanya sudah cukup lama tidak melihat atau mendengar produk-produk Nyonya Meneer ditayangkan di televisi nasional maupun radio lokal. Hal itulah yang menyebabkan produk Nyonya Meneer kurang dikenal oleh masyarakat luas apalagi di era gadget seperti sekarang ini.

Sehingga pada tanggal 3 Agustus 2017 PT. Nyonya Meneer dinyatakan Pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang. Dari masalah-masalah yang muncul seharusnya PT. Nyonya Meneer melakukan perubahan pada sistem pengendalian managemen yang modern, karena selama ini sistem pengendalian managemen yang di gunakanan dalam perusahaan tersebut masih menggunakan sistem tradisonal dengan memperhitungkan keuntungan sekarang dan tidak memikirkan bagaimana kelanjutan perusahaan tersebut dimasa yang akan datang. Selain sistem managemen yang harus diubah seharusnya pengendali perusahaan di pegang oleh orang yang lebih profesional dengan tidak mencampur urusan perusahaan dengan urusan keluarga tetapi perusahaan tersebut masih di awasi penuh dengan keluarga Nyonya Meneer, sehingga tidak akan ada perselisihan perebutan kekuasaan perusahaan yang mengakibatkan perusahaan menjadi tebengkalai.

 

 

Refreansi:

https://finance.detik.com/infografis/d-3590100/goyahnya-nyonya-meneer-konflik-keluarga-sampai-masalah-utang

https://gadingmahendradata.wordpress.com/2010/10/12/analisis-bisnis-keluarga-pt-jamu-nyonya-meneer-ditinjau-dari-sub-sistem-perusahaan/

https://www.coursehero.com/file/p7on4lau/Perusahaan-PT-Nyonya-Meneer-tidak-mampu-berinovasi-Direktur-Keuangan-Sido/

https://dokumen.tips/download/link/sistem-informasi-manajemen-pt-nyonya-meneer

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2233

Nurul Rahmawati

Saya seorang mahasiswa jurusan akuntansi di salah satu Universitas di Semarang, Jawa Tengah

Add comment