Soloensis

Bahayanya produk kecantikan instan dikalangan remaja

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
10242

Masa remaja adalah saat dimana remaja mengalami fase/tahap pubertas. Dikutip dari alodokter.com dr. Allert Benedicto Ieuan Noya mengatakan puber atau pubertas merupakan tanda anak sudah mulai remaja yang ditandai dengan perubahan fisiknya. Tanda pubertas pada anak perempuan biasanya payudara membesar, dan tumbuhnya bulu-bulu pada bagian tertentu. Lain halnya dengan anak laki-laki. Tanda dapat dilihat dari tumbuhnya jakun, suara menjadi berat, tumbuhnya bulu-bulu pada bagian tertentu, dan mimpi basah. Remaja juga mengalami peningkatan hormon yang menyebabkan timbulnya jerawat dibeberapa titik wajah. Dikutip dari alodokter.com dr. Tjin Willy mengatakan bahwa jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Meski jerawat dapat dialami oleh siapa saja, namun sebagian besar kasus jerawat terjadi dimasa puber yaitu pada remaja yang berusia 10-13 tahun. Dan semakin buruk pada orang yang memiliki kulit berminyak. Sama halnya yang terjadi pada saya. Saat saya duduk dikelas vii SMP, saya mulai mengalami masa pubertas. Jerawat yang biasanya tidak pernah muncul, saat itu muncul beberapa jerawat yang tumbuh di daerah dahi dan pipi. Saat kelas viii, jerawat yang saya alami pun tak kunjung membaik bahkan semakin parah. Lalu orang tua saya bertanya pada tetangga saya yang memiliki wajah bersih serta glowing. Ia memberikan saran untuk memakai produk kecantikan instan. Produk yang dapat menghilangkan jerawat dan memutihkan wajah dalam waktu yang cepat. Akhirnya saya dan ibu tertarik untuk membeli produk kecantikan yang direkomendasikan tetangga saya. Beberapa bulan setelah memakainya, benar saja wajah saya terlihat sangat bersih. Tak ada jerawat yang berani tumbuh di wajah saya. Suatu hari tak sengaja saya lupa untuk membeli produk tersebut. Sampai saya tidak memakainya selama beberapa hari. Ada hal aneh yang saya alami, jerawat muncul kembali dan bagian wajah yang sering dipakai/dioles produk tersebut mulai menggelap dan meninggalkan bekas hitam. Ibu saya langsung berpendapat bahwa produk tersebut hanya membuat wajah bagus saat dipakai dan memburuk saat tidak dipakai lagi atau biasa sering disebut ketergantungan produk. Akhirnya ibu membawa saya ke dokter spesialis kulit. Belum sempat memeriksa dan hanya melihat wajah saya. Dokter tersebut dapat mendiagnosa saya salah memakai produk kecantikan. Beliau mengatakan bahwa di usia remaja wajar jerawat muncul di area wajah. Karena hormon yang muncul saat pubertas mengakibatkan jerawat ada. Dokter mengatakan bahwa jerawat yang saya alami dipengaruhi oleh hormon, maka tidak bisa dihilangkan tetapi hanya bisa menguranginya. Dan saya menjalani perawatan selama kurang lebih 1,5 tahun hingga wajah saya kembali normal. Saat SMA wajah saya sudah normal tetapi jerawat tak kunjung menghilang. Saya iri melihat teman-teman saya yang memliki wajah bersih.hingga saya tergiur untuk membeli dan memakai produk kecantikan instan yang sedang terkenal saat itu. Cara kerja produk tersebut adalah mengupas bagian terluar kulit wajah dan menumbuhkan kembali sel kulit baru. Saat kulit wajah saya mulai mengelupas halus-halus, rasanya perih dan semakin perih ketika terkena sinar matahari. Saya tidak bisa menghindari sinar matahari karena saya masih bersekolah dan beraktivitas keluar rumah. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak memakai produk tersebut. Kebanyakan produk kecantikan instan menggunakan salah satu bahan aktif yang sering kita dengar, yaitu merkuri yang memiliki efek berbahaya bagi kesehatan. Dikutip dari alodokter.com dr. Allert Benedicto Ieuan Noya mengatakan merkuri merupakan suatu bahan kimia yang dapat ditemukan sebagai bahan tambahan dalam sabun dan krim pencerah kulit dll. Merkuri bersifat korosif pada kulit. Ini berarti mengoleskan merkuri pada kulit dapat membuat kulit menjadi tipis. Paparan yang tinggi terhadap merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal. Merkuri juga beresiko mengganggu berbagai organ yaitu otak, jantung, ginjal, paru-paru, hingga sistem kekebalan tubuh. Sekarang saya sudah mengerti bagaimana bahayanya produk-produk instan kecantikan jika digunakan pada kalangan remaja. Saat jerawat sudah tidak mau lagi tumbuh dikulit wajah, berarti wajah kita sudh tidak sehat lagi. Sama halnya pada sayuran dan buah, jika ulat sudah tidak mau memakan sayur dan buah tersebut maka terdapat banyak bahan berbahaya disana seperti pestisida dll. Walaupun wajah saya tidak sebersih saat saya memakai produk kecantikan instan tersebut, setidaknya tidak membahayakan wajah saya dan kesehatan tubuh saya lagi. Adapun beberapa tips dari saya untuk merawat wajah saya yang berjerawat. Ini juga saya lakukan dan sudah terbukti manfaatnya. 1. Selalu membersihkan wajah setelah beraktivitas luar ruangan dan memakai double cleanser seperti toner dll. 2. Jangan sering memegang wajah atau jerawat dengan tangan. Karena tanpa kita sadari, saat tangan kita kotor memegang jerawat maka akan semakin banyak kuman dan bakteri yang menempel disana. 3. Jangan memencet jerawat karena akan meradang. 4. Rajinlah untuk mencuci kepala (keramas) karena kulit kepala yang kotor mempengaruhi kuli wajah. 5. Gantilah sarung bantal dan guling setidaknya semingggu sekali. 6. Rajinlah untuk mengompres wajah engan es batu sebelum tidur. Karena es batu dapat membntu mengecilkan pori-pori. Begitulah cerita berdasarkan pengalaman saya memakai produk kecantikan instan dan beberapa tips dari saya. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kalian. Khususnya pada kalangan remaja. Dan semoga dapat bermanfaat, terima kasih. 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
10242

Nabila Hana

Saya tidak suka dengan orang yang suka berbohong

Add comment