Soloensis

9 Tips Ampuh Mengatasi Distraksi pada Saat Bekerja/Belajar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Ceritanya, hari ini anda punya pekerjaan yang ingin diselesaikan. Anda menjadwal untuk mengerjakannya tepat pada jam 9 pagi ini.

Anda sudah mempersiapkan semuanya, termasuk bangun pagi dan tidur yang cukup.

Jam 9 anda mulai duduk di meja kerja anda, kemudian membuka laptop, membuka MS. word/excel atau apapun itu…

Dan apa yang terjadi?

Anda merasa stuck. Blank. Gak tau harus mengerjakan apa. Semakin anda paksa otak anda untuk bekerja semakin anda merasa malas.

Maka untuk merefresh otak, anda kemudian mengambil minuman, katakanlah kopi.

Bikin kopi 5 menit. Dan anda siap kembali bekerja. Tetapi tiba-tiba smartphone anda bunyi. Ada chat masuk di Whatsapp.

Karena anda pikir itu bisa saja penting, maka anda membuka chat tersebut. Betul saja, ternyata itu dari teman yang mau nawarin proyek baru.

Maka anda pun lanjutkan untuk chat sama dia.

Ternyata di dalam chat dia ngasih link, contoh proyeknya. Maka anda buka link itu. Anda kemudian mulai baca artikelnya, menonton video yang ada di sana.

Tapi, karena ada yang tidak ada mengerti maka anda coba searching di google. Lama anda mencari informasi tentang hal tersebut, baca wikipedia, baca blog sampai surfing di youtube.

Tanpa terasa, 1,5 jam waktu sudah berlalu. Anda ke kamar mandi, karena ingin buang air kecil.

Kemudian, anda mulai teringat akan pekerjaan anda yang belum apa-apa dikerjakannya.

Maka anda mulai kembali bekerja. Begitu mulai bekerja, perut anda tanpa terasa tiba-tiba berbunyi. Lapar melanda, so anda putuskan untuk makan terlebih dahulu.

Sehabis makan anda merasa kekenyangan. So anda istirahat sambil nonton TV sebentar.

Ternyata, TV lagi acaranya asyik. Salah satu program dari artis favorit anda. Maka andapun hanyut menonton TV.

Tak terasa 2 jam telah berlalu.

Setelah acaranya selesai anda merasa kegerahan. So, biar fresh anda memutuskan untk mandi terlebih dahulu.

Setelah mandi, jam menunjukkan jam 2.27. 

Maka anda putuskan kembali bekerja. Sepuluh menit berjalan, tiba-tiba ada notifikasi lagi dari smartphone, kali ini dari Shopee. Ternyata lagi ada promo belanja cashback yang murah banget. So anda putuskan untuk membuka lebih lanjut…

Kalo diteruskan, ini sampai malam gak kelar-kelar. 

Pekerjaan anda pun gak selesai-selesai. Kenapa karena distraksi dari banyak hal. Terutama dari smartphone, TV dan lainnya.

Distraksi; Masalah Utama Generasi Millenial

Hari ini, Distraksi sudah menjadi masalah utama yang menghambat produktivitas dalam bekerja maupun dalam belajar.

Robin Sharma, penulis dan pengajar produktivitas bahkan menyebutkan, karena distraksi orang kesulitan fokus setengah mati.

Bahkan lebih parah dari kemalasan.

Menurut sebuah hasil riset yang dipublish di Journal of Media Education, sebanyak 92% siswa, mengaku terganggu dengan smartphone mereka saat belajar di kelas.

Sementara menurut hasil study lain, sebanyak 99% karyawan/pekerja terdistraksi dengan notifikasi di smartphone mereka ketika sedang bekerja.

Ketika ditanya mengenai bagaimana distraksi tersebut mempengaruhi produktivitas mereka dalam bekerja? Sebanyak 48% mengaku distraksi bikin mereka kesulitan fokus dan konsentrasi.

Begitulah, keberlimpahan dan kemudahan informasi di era digital, di satu sisi menguntungkan kita dalam mencari informasi. Tetapi di sisi lain, justru membuat kita kewalahan. Over informasi. Hasilnya, berdampak buruk pada fokus dan produktivitas kerja.

Attention Management: Skill Utama Untuk Sukses di Jaman Now

Di era masa kini, produktivitas adalah segalanya. Kita semua dituntut untuk bisa menghasilkan sesuatu. Jika tidak, otomatis kita akan ketinggalan.

Nah, karena itu satu skill yang paling penting agar kita bisa menjadi lebih produktif dan sukses di karir dewasa ini adalah skill of attention manajemen.

Atau bagaimana mengelola fokus dan perhatian kita.

Sebab perlu anda pahami, bahwa kemana kita arahkan fokus dan perhatian kita akan menguras cadangan energi kita dengan segala rupa caranya.

Hari ini, kita diserbu jutaan bit informasi. Yang kesemua itu berlomba-lomba mencuri perhatian kita.

Iklan banner, social media, notifikasi pesan aplikasi, email dan lain sebagainya sebuah menuntut porsi perhatian kita yang gak sedikit. karena itu, energinya juga gak sedikit.

Padahal, para scientist telah membuktikan bahwa cadangan energi kita itu bukannya tak terbatas. Alias, mudah habis dengan hal-hal sepele.

Terutama bagi mereka yang berada di kota-kota besar, kemacetan, polusi dan sebagainya terbukti adalah cara paling cepat untuk menghabiskan energi kita.

Kitanya jadi gampang stress dan depresi.

Karena itu, tidak ada cara lain, selain dengan pengelolaan energi dan perhatian (attention) yang baik.

Attention manajemen, berarti sesimple kita tahu kemana kita harus memusatkan perhatian, kemana kita perlu mengarahkan fokus. Mana yang harus kita kerjakan duluan. Mana yang bisa kita delegasikan kepada orang lain. Bahkan mana yang harus kita eliminasi.

baca juga: Cara Belajar Efektif & Berdampak

9 Cara Mengatasi Distraksi

Kali ini, saya akan sharing tentang 9 tips yang bisa anda gunakan untuk mengatasi permasalahan distraksi ini.

Bisa anda bayangkan bagaimana jadinya kalau anda mampu bekerja dan menyelesaikan setiap tugas dengan waktu yang tepat tanpa harus merasa burn out.

Bayangkan pula apa jadinya karir anda kalau secara konsisten anda mampu bekerja dengan begitu stabil.

So, inilah 9 tips untuk mengatasi permasalahan distraksi dalam bekerja maupun dalam belajar.

1. Miliki Goals Jangka Panjang Yang Jelas

Goals atau tujuan akan menjaga fokus anda pada apa yang penting dalam hidup anda. Dengan goals anda punya semacam petunjuk dan arah yang jelas akan apa yang harus dilakukan, mana jalan yang benar, dan kapan saat anda melenceng.

Tanpa goals, anda akan terombang-ambing dalam lautan atau belantara dunia internet.

2. Pecah Goals anda menjadi target kecil-kecil.

Goals memang akan memotivasi anda. Tetapi kalau ia terlalu besar, bisa juga jadi boomerang bagi anda.

Untuk itu, anda perlu untuk memecahnya menjadi target kecil-kecil.

Contoh, kalau goals jangka panjang anda adalah menerbitkan buku, maka anda bisa pecah menjadi goals per 3 bulan adalah menyelesaikan 1 bab. Per bulan, menyelesaikan 1 chapter bab. Per minggu, menyelesaikan satu artikel.

Itu akan jauh lebih membantu anda dan realistis ketimbang menetapkan goals menerbitkan buku setebal 300 halaman dalam waktu 3 tahun.

3. Buat list-to-do pada 2-3 pekerjaan terpenting untuk diselesaika hari itu

Banyak orang yang berambisi untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dalam 1 hari. Ini sebenarnya bagus, tetapi yang menjadi masalah adalah ketika hal itu hanyalah nafsu belaka.

Bukan melalui manajemen perencanaan yang baik.

Maka seminggu kemudian, ia akan melempem, dan berhenti.

Daripada seperti itu, akan jauh lebih berdampak, jika kita menetapkan tidak terlalu banyak tugas dalam 1 hari. Maksimal 2-3 pekerjaan itu sudah sangat cukup.

Yang penting kita konsisten mengerjakannya terus menerus.

Goals yang tidak terlalu banyak juga akan membantu kita lebih fokus dan terhindar dari distraksi.

Selain itu, juga ketika berhasil menyelesaikannya kita akan mendapatkan perasaan menang setiap harinya. Ini penting untuk menjaga semangat kita dalam bekerja.

4. Selesaikan pekerjaan secepat mungkin

Waktu pagi adalah waktu terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan yang berat. 

Mengapa?

Sebab pada moment itulah energi dan otak kita sedang berada pada performa terbaiknya.

Banyak orang sukses yang menganjurkan untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersulit pada pagi hari.

Pagi hari juga belum begitu banyak notifikasi dari smartphone, sehingga akan membuat kita mengkondisikan diri untuk siap bekerja total.

Baca Juga: Terungkap! Inilah Rahasia Kedahsyatan Waktu Pagi

5. Set ruang kerja yang nyaman

Ruang kerja bisa jadi ‘anchor” atau pemicu kita dalam bekerja. Sebagaimana kasur mengkondisikan pikiran kita untuk tidur, dapur bikin kita mau makan, maka ruang kerja juga pikiran kita terkondisi untuk siap bekerja dan fokus.

Ruang kerja yang nyaman, juga akan memacu semangat kita dalam bekerja dan berpikir ide-ide.

6. Cegah Distraksi Internal dengan teknik pomodoro

Distraksi internal inilah yang lebih bahaya dari smartphone. Bisa diartikan sebagai keinginan bawah sadar untuk selalu mengecek HP.

Nah, distraksi internal ini bisa diatasi dengan berbagai cara. 

Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik pomodoro.

Teknik pomodoro singkatnya adalah menggunakan kerangkan waktu 25 menit sekali dalam bekerja. Kemudian mengambil break selama 5 menit.

Nah, setiap 4 kali 25 menit ambillah waktu break yang lebih panjang semisal 30 menit break.

Break akan, bikin kamu menjadi lebih fokus pada saat bekerja. Ini juga akan mengurangi keinginan bawah sadar untuk selalu ngecek HP.

Untuk memahami lebih jauh tentang teknik pomodoro, bisa baca penjelasan lengkapnya artikel saya tentang pomodoro.

7. Singkirkan semua distraksi eksternal.

Distraksi eksternal adalah semua hal yang tidak terkait dengan pekerjaan anda. 

Salah satunya yang paling utama adalah smartphone.

Jika anda tidak menggunakan smartphone untuk bekerja, maka sebaiknya jauhkan smartphone dari meja kerja anda terlebih dahulu.

Pastikan pula matikan TV, kunci kamar atau ruang kerja anda. Dan beritahukan kepada orang-orang disekitar bahwa anda sedang tidak ingin diganggu.

8. Latih disiplin fokus dengan meditasi

Mengatasi distraksi juga bisa dilakukan dengan latihan fokus pada waktu-waktu lowong. Seperti yoga, meditasi atau berzikir.

Dengan melatih diri untuk fokus, anda akan lebih tangguh dan tahan akan distraksi pada saat giliran bekerja.

9. Pertahankan momentum kerja anda.

Ketika mulai terbiasa dengan tips-tips ini, maka secara perlahan anda akan menemukan ritme dan pola baru yang pas ketika bekerja.

Nah, itulah momentum kerja anda. Itulah sumber produktifitas anda.

Pastikan anda kenali momentum tersebut dan pertahankan untuk diduplikasi seterusnya.

***

Nah, itulah 9 tips mengatasi distraksi pada saat bekerja. Semoga bisa bermanfaat.

Jika ingin mendapat insight ambyar seperti ini, kunjungi  blog saya www.edwardrhidwan.id. Di mana saya rutin berbagi tips seputar self development, mental healt, produktivitas dan mind programming.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Edward Rhidwan

Seorang blogger dan digital content creator. Penikmat buku bisnis dan self development.

Add comment