Soloensis

Tidak Semua Gadis Kampung Begini

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
20201311

Sebagaimana wanita pada umumnya yang hidup di kampung dan tidak melanjutkan pendidikannya. Mereka lebih memilih menikah di usia yang begitu muda dan belum cukup umur. Seperti menikah di usia belasan tahun. Tanpa berpikir panjang, padahal baru saja tamat SMA. Bahkan ada juga yang belum tamat SMP sudah menikah. Itu semua disebabkan oleh faktor-faktor yang membuat mereka seperti itu.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat mereka seperti itu. Pertama, karena faktor ekonomi. Kebanyakan warga desa berada posisi tidak mampu secara ekonomi. Akibatnya, mereka tidak mampu membiayai anaknya untuk bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Pilihan yang diambil remaja putri adalah menikah saat sekolah terputus.

Kedua, faktor kurangnya pendidikan orang tua dan masyarakat. Kebanyakan masyarakat berpikir menikahkan anak gadisnya membuat beban tanggung jawabnya berkurang. Alasannya sederhana, karena setelah menikah anak remaja puteri itu menjadi tanggung jawab suaminya. Pemahaman seperti ini membuat pernikahan dini ini semakin marak.

Ketiga, karena faktor media massa dan internet. Media masa itu mampu mempengaruhi prilaku remaja. Tontonan yang buruk, misalnya film – film yang menceritakan remaja berpacaran. Akibatnya, remaja akan mengikuti trend pacaran di usia yang masih belia. Jika, sudah pacaran maka mereka berkeinginan untuk menikah.

Keeempat, karena faktor hamil di luar nikah. Faktor hamil di luar nikah itu masih berkaitan dengan faktor media masa itu.  Karena,  sering melihat video porno sehingga kecanduan dan melakukannya sehingga  bisa membuat hamil di luar nikah. Jadi mau tidak mau mereka harus dinikahkan yang padahal usia mereka masih muda ataupun masih sekolah.

Berbeda dengan saya dan kedua orang tua saya yang memiliki pikiran yang luas. Karena  saya lebih memilih melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi daripada harus menikah di usia yang muda. Walaupun saya dan keluarga saya berasal dan dibesarkan di kampung dan memiliki perekonomian yang sederhana, tetapi keinginan untuk melanjutkan sekolah itu ada. Dan kenapa saya berpikiran demikian? Alasan saya yang pertama  karena menurut saya pendidikan itu penting walaupun pada akhirnya wanita memang ditakdirkan untuk mengurus anak dan bekerja di dapur jikalau sudah menikah. Tetapi itu tidak membuat pikiran saya pendek.

Lalu, pada umumnya lelaki juga akan mencari wanita yang cerdas untuk dijadikan seorang ibu untuk anak-anaknya kelak. Karena anak yang cerdas juga berasal dari ibu yang cerdas. Dan alasan saya yang kedua karena sekolah ke jenjang yang lebih tinggi ini memang pantas untuk seusia saya yang terbilang muda. Memang menurut saya islam juga menganjurkan untuk menuntut ilmu. Karena sesungguhnya Allah jauh lebih memuliakan dan meninggikan derajat orang yang berilmu dan beriman .

Tetapi, memang ternyata untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi itu bukanlah perihal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Karena saya sendiri pernah mengalami hal pahit untuk duduk di bangku perkuliahan ini. Dimana saya pernah merasakan kegagalan dalam ujian tes di perguruan tinggi negeri di kota Jambi. Di Jambi itu saya pernah mendaftar dan mengikuti jalur mandiri di Universitas Negeri Jambi, dengan mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat dan Farmasi. Tetapi Allah tidak mengizinkan saya berkuliah disana dan tentunya Allah juga memiliki rencana yang baik untuk saya.

Dari situ saya memang kecewa dengan hasilnya, Karena saya tidak lulus maka orang tua saya pun memberikan saran dan masukan kepada saya untuk mengambil jurusan pendidikan di kampus swasta yang ada di daerah tempat saya tinggal, begitu juga teman SMA saya juga memberikan masukan untuk berkuliah di STIKES tempat dia menuntut ilmu. Tetapi saya menolaknya karena saya tidak berniat di kampus itu. Akhirnya saya pun mengikuti tes lagi di jalur UM-PTKIN dan mengambil jurusan Ekonomi Islam. Tetapi kegagalan itu datang lagi, akhirnya saya mendaftar lagi di jalur mandirinya dan mengambil jurusan ilmu kesehatan masyarakat.

Setelah saya lulus saya tinggal di kota Medan ini bukanlah bersama keluarga melainkan ngontrak rumah sendiri bersama kakak saya. Ternyata tinggal jauh dari orang tua itu tidak lah begitu mudah karena saya harus mandiri dalam semua hal seperti memasak sendiri, dan melalukan pekerjaan rumah sendiri. Begitu juga dengan kesulitan saya saat kuliah dimana begitu banyaknya tugas yang harus di selesaikan tepat waktu, membuat saya semakin rajin membuka buku. Saya harus benar- benar melakukannya karna saya masuk ke universitas ini dengan perjuangan yang.

Saya berusaha keras dalam melaksanaka kewajiban – kewajiban sebagai mahasiswa. Selain bekerja keras, tak lupa saya berserah diri kepada Allah. Saya serahkan semua urusan diri saya kepada Allah. Saya yakin, siapa yg bekerja dengan sungguh dan bertawakkal kepada Allah maka Allah memudahkan semua urusannya. Seperti surah Ath-Thalaq yang artinya: “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.

Petuah – petuah para ulama juga menjadi motivasi saya dalam menuntut ilmu. Kalimat ini sangat populer di kalangan umat Islam. “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”. Ada nasehat juga dari Imam Malik, nasehatnya adalah: “knowledge does not consist in narrating much. Knowledge is but a light which Allah places in the heart“. Yang artinya “ilmu bukanlah dari banyaknya riwayat. Ilmu tidak lain adalah sebuah cahaya yang Allah tempatkan di dalam hati”.

Dari sini saya dapat menyimpulkan bahwa bukan semua orang yang dari kampung itu tidak dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dan jadilah wanita yang cerdas dan haus akan ilmu supaya dapat mengubah pola pikir yang sempit agar dapat menghasilkan anak yang cerdas, dan yang terakhir jika kita menginginkan sesuatu haruslah dengan bersungguh-sungguh, pantang menyerah dan tetaplah berdoa, usaha dan bertawakal di jalan Allah. Karena  sesungguhnya Allah sangat suka dengan orang-orang yang besungguh-sungguh dan terus berdoa kepada-Nya.

 

                                                                                            

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
20201311

Pipi Agpina

Add comment