Soloensis

Tren Batu Akik Menyurut, Pasar Batu Mulia di Solo Tetap Eksis

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Pasar Batu Mulia, sebuah pasar yang terletak di Solo, tepatnya di Jl Pakubuwono No 1, Gladag, Surakarta, Jawa Tengah. Pasar ini menjual berbagai macam batu mulia, mulai dari berlian, safir, rubi, jambrut, kalimaya, pitus, akik bacan, dan masih banyak lagi. Pedagang-pedagang di pasar ini kebanyakan berasal dari Solo, namun beberapa juga berasal dari luar kota. Pasar ini mulai buka mulai pukul 09.00-17.00 sore. Pasar ini menjadi saksi bisu melonjaknya harga dan peminat batu akik pada tiga tahun lalu. Pada saat itu hampir semua mata tertuju pada batu-batu indah ini sehingga demand lebih banyak dari pada supply dan berimbas pada melonjaknya harga-harga batu perhiasan ini.

Di tengah penurunan harga dan peminat batu akik pasca tren tiga tahun silam, pasar ini tetap eksis walaupun tak seramai saat batu-batu mulia tersebut masih dicari-cari oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Pasar ini masih beroprasi, merkipun saat ini hanya kolektor sejati dan pencinta batu akik saja yang mengunjungi pasar pusat batu akik ini. Diana misalnya, salah satu pengunjung Pasar Batu Mulia yang sudah menyukai batu akik sejak dia belum mengemban pendidikan. Dia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar ini ketika sedang membutuhkan batu. Hampir semua batu mulia dia sukai, namun batu yang asli atau yang masih alami yang belum diasahlah yang menjadi priotitasnya ketika berkunjung untuk membeli batu di pasar ini.

“Saat ini lagi kolabs, jadi mati suri.” Ungkap Dimas, salah satu penjual batu akik di Pasar Batu Mulia. Menurut Dimas, setelah sempat booming harga batu mulia menjadi tidak karuan alias hancur. Menurutnya, hancurnya harga ini disebabkan oleh banyaknya pedagang-pedagang yang sebenarnya bukan pedagang batu namun ikut terjun ke dunia perdagangan batu mulia hanya karena mengikuti tren, ketika tren batu akik kian luntur, para pedagang ini masih memiliki banyak stock sehingga terpaksa dijual dengan harga seadanya. “harganya kacau, sudah tiga tahun ini.” tambahnya.

Di pasar ini terdapat sekitar 25 pedagang batu akik. Jumlah ini cukup sedikit dibandingkan ketika batu akik sedang booming tiga tahun lalu. Pada saat booming, di pasar ini biasanya  terdapat setidaknya 40 lapak. Selain di dalam pasar, beberapa pedagang memilih untuk berjualan diluar. Biasanya mereka memilih tempat teduh di bawah pohon beringin sebagai lapak mereka. Selain para pedagang batu akik, di sana juga terdapat beberapa lapak yang menjual keris serta cindera mata lainnya. Selain itu, di sekitar Pasar Batu Mulia juga terdapat lapak-lapak yang menjual kacamata dan helm.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

natasya nur islami maharani

mahasiswi iain jurusan komunikasi dan penyiaran islam dan mengambil konsentrasi brodcasting

Add comment