Soloensis

Alasan Pemberlakuan Waktu Imsak dalam Puasa

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Waktu Berpuasa

Puasa menurut etiomologi (bahasa) adalah الامساك (menahan), sedangkan menurut Syara’ adalah ;

الامساك عن الطعام والشراب والجماع مع النية من طلوع الفجر الى غروب الشمس

Menahan diri dari (segala perkara yang membatalkan) seperti makan, minum dan Jima’ disertai Niat (berpuasa), dimulai dari Terbitnya Fajar sampai Terbenamnya Matahari.

Mengenai dalil dasar diwajibkannya Puasa Ramadhan sudah sangat populer yaitu pada Surat Al-Baqarah Ayat 183, sebagaimana yang telah dikemukakan dalam Artikel Kapan Ramadhan 2021?. Dan Berikut penjelasan Al-Qur’an mengenai mulai dan berakhirnya berpuasa, baik Puasa di bulan Ramadhan maupun Puasa Sunnah, yang termaktub dalam Surat Al-Baqarah Ayat 187 ;

احل لكم ليلة الصيام الرفث الى نسائكم هن لباس لكم وانتم لباس لهن علم الله انكم كنتم تختانون انفسكم فتاب عليكم وعفا عنكم فاﻻن باشروهن وابتغوا ما كتب الله لكم وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الابيض من الخيط الاسود من الفجر ثم اتموا الصيام الى الليل ولا تباشروهن وانتم عاكفون فى المساجد تلك حدود الله فلاتقربوها كذلك يبين الله أياته للناس لعلهم يتقون (البقرة الاية 187)

Dihalalkan bagi Kalian berhubungan badan dengan istri-istri Kalian. Mereka adalah laksana pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian mereka. Allah mengetahui bahwa kalian mengkhianati diri kalian (dengan menyatakan sanggup padahal tidak), maka Allah menerima Taubat Kalian dan mengampuni Kalian. Oleh karena itu sekarang gaulilah istri-istri kalian dan carilah apa yang Allah wajibkan untuk Kalian. Dan makanlah serta minumlah dari waktu gelapnya Malam (Maghrib) hingga nampak terangnya waktu Shubuh dari (munculnya) Fajar Shadiq, lalu sempurnakanlah Puasa kalian hingga sampai waktu malam (Maghrib). Dan janganlah kalian berhubungan badan dengan istri-istri kalian disaat kalian sedang I’tikaf di dalam Masjid. Demikian itu merupakan batas-batas Allah, maka janganlah mendekati (melampaui)nya, Demikianlah Allah menjelaskan Tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada Manusia agar mereka takut (Taqwa kepada Allah) (Surat Al-Baqarah Ayat 187).

Allah menghalalkan hubungan badan bagi Suami Istri di malam bulan Ramadhan, dimana pada awal diwajibkan Puasa Ramadhan hal tersebut dilarang (diharamkan), seperti di siang hari, namun mengingat hal tersebut sangat memberatkan para Shahabat pada waktu itu, maka Allah menerima Taubat dan mengampuni mereka yang telah melakukan pelanggaran dan merombak hukum berhubungan badan antara Suami Istri di malam bulan Ramadhan.

Dan Allah juga mempersilahkan untuk makan dan minum di bulan Ramadhan mulai Khaith Al-Aswad (gelapnya malam yaitu mulai terbenamnya Matahari) sampai munculnya Al-Khaith Al-Abyadl (Fajar Shadiq).

Dan Allah menjelaskan kewajiban berpuasa mulai munculnya Al-Khaith Al-Abyadl (Fajar Shadiq) sampai Malam (Terbenamnya Matahari).

Penggunaan 2 kata Khaith Al-Aswad dan Al-Khaith Al-Abyadl merupakan Majaz Isti’arah, yang maksud dari Khaith Al-Aswad adalah gelapnya Malam sedangkan Al-Khaith Al-Abyadl adalah putihnya (terangnya) waktu Shubuh (terbitnya Fajar Shadiq).

Dari penjelasan Nash Ayat tersebut, Ulama Fiqh menyusun sebuah Kalimat yang menerangkan pengertian Puasa dan waktu mulai serta berakhirnya Ibadah Puasa, dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, berikut kalimatnya ;

الامساك عن الطعام والشراب والجماع مع النية من طلوع الفجر الى غروب الشمس

Menahan diri dari (segala perkara yang membatalkan) seperti makan, minum dan Jima’ disertai Niat (berpuasa), dimulai dari Terbitnya Fajar sampai Terbenamnya Matahari.

 

Selanjutnya>>>

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Muamar Khadapi

Beralamat di Cirebon, Jawa Barat

Add comment