Soloensis

Refraksi, Tinggi Tempat, Semidiameter, Kerendahan Ufuk dan Tinggi serta Sudut Waktu Matahari

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

 

Tinggi Matahari

 

 

Cara Menghitung Tinggi Matahari dan Sudut Waktu Matahari



Perlu diketahui bahwa untuk menghitung data Tinggi Matahari dibutuhkan ;

 

  • Data Tinggi Tempat
  • Data Refraksi
  • Data Semidiameter Matahari
  • dan Data Kerendahan Ufuk.

Tanpa adanya data-data tersebut, kita tidak dapat menghitung atau mengetahui data Tinggi Matahari.

 

Tanpa adanya Data Tinggi Matahari, kita tidak dapat  menghitung atau mengetahui Data Sudut Waktu Matahari.

 

Dan tanpa adanya data Sudut Waktu Matahari, kita tidak dapat melakukan penghitungan Awal Waktu Shalat.

 

Refraksi, Tinggi Tempat, Semidiameter, Kerendahan Ufuk dan Tinggi serta Sudut Waktu Matahari 

Tinggi Tempat

Tinggi Tempat

Data pertama yang dibutuhkan untuk Menghitung Tinggi Matahari adalah Tinggi Tempat.

 

Sering kita temukan adanya selisih dalam menit pada Jadwal Waktu Shalat, Perbedaan tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya ;

 

  1. kesalahan dalam menghitung
  2. perbedaan Nilai Deklinasi (DM) dan Perata Waktu Matahari (PWM) yang digunakan, data DM dan PWM memang setiap tahun ada perubahan, tetapi tidak signifikan, data keduanya tertera dalam buku Ephimeris Hisab Rukyat yang setiap tahunnya dikeluarkan Bimas Kemenag RI, bagi yang tidak mendapatkan buku tersebut,  tidaklah mengapa bila mengacu pada Jadwal Deklinasi dan Perata Waktu Matahari di blog ini, memang ada selisihnya tapi sedikit hanya kisaran detik.
  3. perbedaan nilai Bujur dan Lintang (Markaz) yang digunakan.
  4. perbedaan nilai menit yang digunakan untuk Ihtiyat.
  5. terjadinya perbedaan antara para  pakar Ilmu falak mengenai data Ketinggian Tempat (TT) untuk menghitung waktu Shalat ;
  • ada yang menggunakan data Tinggi Tempat ( TT)
  • dan ada yang tidak menggunakannya.

 

Namun dari sekian banyak perbedaan data yang digunakan, tetapi hasil yang mengarah pada perbedaan tersebut tidak begitu signifikan, jadi kalau tidak terjadi kesalahan dalam menghitung, maka hasil dari penghitungannya hanya selisih 1, 2 sampai 3 menit saja.

 

Bagi yang menggunakan data (TT) berpendapat bahwa; data ketinggian tempat diperlukan, terutama ketika terbit dan terbenamnya Matahari (Waktu Maghrib dan Terbit),  data ketinggian tempat ini berpengaruh, sebab tempat yang mempunyai ketinggian yang lebih tinggi akan lebih dahulu melihat Matahari terbit dan lebih Akhir melihat Matahari tenggelam, sebaliknya dengan tempat yang lebih rendah, akan lebih akhir melihat Matahari  terbit dan lebih cepat melihat matahari terbenam.

Cara Menghitung Tinggi Matahari dan Sudut Waktu Matahari

 

Data ketinggian tempat digunakan untuk menghitung tinggi Matahari waktu maghrib, Isya’, Shubuh dan Terbit, dimana akan ditemukan nilai yang bervariasi sesuai ketinggian suau tempat, tidak hanya ;

  • -1¤ untuk Maghrib
  • -18¤ untuk Isya’
  • -20¤ untuk Shubuh

 

Sedangkan  bagi yang tidak menggunakan data ketinggian tempat berpendapat bahwa data ketinggian tempat digunakan untuk tempat yang ketinggiannya signifikan, seperti puncak gedung Burj Al-khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab.

 

Berikut pendapat para pakar Ilmu Falak mengenai Ketinggian Tempat (TT) ;

 

Program Shallu 

menggunakan TT

Program Accurate Time

menggunakan TT

Irsyadul Murid

menggunakan TT dengan formulasi  1, 76’×V TT meter

Slamet Hambali

 menggunakan TT dengan formulasi 1, 76’×V TT meter

Almanak Kediri 

menggunakan TT dengan formulasi 0, 0293×V TT meter

Program Mawaqit

 tdk menggunakan TT

Program Athan

 tdk menggunakan TT

M. Khazin 

tdk menggunakan TT

T. Djamaluddin

 tdk menggunakan TT

Sa’aduddin Dj.

menggunakan TT dengan formulasi koreksi tabel.

Koreksi Tinggi Tempat permeter (TTm) dengan nilai permenit menurut Sa’aduddin Djambek;

TTm

Menit

TTm

Menit

50

0,2

400

1,7

75

0,4

500

2,0

100

0,5

600

2,3

150

0,8

700

2,5

200

1,0

800

2,7

250

1,2

900

2,9

300

1,4

1000

3,1

 

 

Dan untuk mengetahui ketinggian tempat suatu daerah dapat melalui ;

 1. Altimeter

Altimeter adalah alat pengukur ketinggian tempat suatu daerah dari permukaan air laut (dpl).

2.Situs https://www.mapcoordinates.net

caranya ;

1. ketik nama lokasi yang tuju

2. klik lokasi tersebut / Zoom

sehingga akan tampil data Latitude, Longitude dan Altitude / Sea Level (Tinggi Tempat)

 

Refraksi

Refraksi

 

Data Kedua yang juga diperlukan untuk Menghitung Tinggi Matahari adalah nilai Refraksi.

Refraksi (Ref) adalah Pembiasan atau pembelokan cahaya Matahari, karena Matahari tidak dalam posisi tegak, refraksi tertinggi adalah ketika Matahari terbit atau terbenam.

 

Matahari atau Bulan yang berada pada ufuk (kaki langit/horizon) ketinggian 0¤ mempunyai nilai refraksi 34,5′ (0¤ 34′ 30″) atau dibulatkan menjadi 0¤ 34′ (nol derajat tiga puluh empat menit sudut)

 

Berikut daftar besaran nilai refraksi ;

TM 

10¤

 1¤

Ref

5′ 31″

10′ 15″ 

19′ 17″ 

25′ 38″

34′ 5″

 

 

Semidiameter

Semidiameter

Data Ketiga yang dibutuhkan untuk Menghitung Tinggi Matahari adalah Semidiameter.

 

Semidiameter (Sd) merupakan salah satu data yang diperlukan untuk menghitung tinggi Matahari.

Semidiameter Matahari nilai besar kecilnya tidak menentu, tergantung jauh dekatnya jarak antara Bumi dengan Matahari.

 

Rata-rata Semidiameter Matahari (Sdm) dan Semidiameter Bulan (Sdb) adalah 0¤ 16″ (nol derajat enam belas menit sudut). Nilai inilah yang nanti dipakai untuk mengetahui nilai Tinggi Matahari (TM).

 

 

Refraksi, Tinggi Tempat, Semidiameter, Kerendahan Ufuk dan Tinggi serta Sudut Waktu Matahari

Kerendahan Ufuk

 

Kerendahan Ufuk



Kerendahan Ufuk merupakan data ke empat yang perlu dipersiapkan untuk penghitungan Tinggi Matahari.

Kerendahan Ufuk (KU) disesuaikan dengan Ketinggian Tempat (TT) per-meter (m). Dimana dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai rumus mencari Tinggi Matahari (TM) dari  beberapa formulasi kerendahan ufuk, diantaranya ;

 

1. KU  ( 0¤ 1, 76′ × /TT m) + Ref + Sd= TM

2. KU ( 0, 0293 ×/ TT m ) + Ref + Sd  = TM

3. KU (0, 98 × / TTm) + Ref + Sd        = TM

4. KU (/3, 2 TT) + Ref + Sd                  = TM

 

Tetapi mengacu pada praktik dari Tim Hisab Rukyat Departemen Agama Republik Indonesia yang diisi oleh para pakar ilmu falak terbaik di Negeri ini dalam merumuskan nilai tinggi Matahari, mereka memilih formulasi yang pertama sebagai formulasi yang paling ideal, yaitu ;

KU ( 0¤ 1, 76′ × / TT m) + Ref + Sd = TM

 

Tabel Kerendahan Ufuk (KU) 《 Mar’i》

{berdasarkan rumus ; 1, 76′ × / TT m}

 

TTm  KU                 TTm   KU

 

1         1′ 45, 6″        2         2′ 29, 34″

3         3′ 2, 9″          4         3′ 31, 2″

5         3′ 56, 13″      6         4′ 18, 67″

7         4′ 39, 39″      8         4′ 58, 68″

9         5′ 16, 8″        10       5′ 33′ 94″

12       6′ 5, 81″        14       6′ 35, 12″

16       7′ 2, 4″          18       7′ 28, 2″

20       7′ 52, 26″      22       8′ 15, 31″

24       8′ 37, 33″      26       8′ 58, 46″

28       9′ 18, 78″      30       9′ 38, 4″

32       9′ 57, 36″      34     10′ 15,75″

36     10′ 33, 6″        38     10′ 50,96″

40     11′ 7, 87″        45     11′ 48,39″

50     12′ 26, 7″        55     13′ 3, 15″

60     13′ 37, 97″      65     30′ 29,05″

70     14′ 43, 51″      75     15′ 14,52″

80     15′ 44, 52″      85     16′ 13,58″

90     16′ 41, 81″      95     17′ 9,26″

100   17′ 36″            110   18′ 27,54″

120   19′ 16, 79″      130   20′ 4,03″

140   20′ 49, 48″      150   21′ 33,33″

160   22′ 15, 75″      170   22′ 56,86″

180   23′ 36, 77″      190   24′ 15, 6″

200   24′ 53, 41″      210   25′ 30,29″

220   26′ 6, 3″          230   26′ 41,5″

240   27′ 15, 95″      250   27′ 49,68″

260   28′ 22, 75″      270   28′ 55,19″

280   29′ 27, 3″        290   29′ 58,3″

300   30′ 29,5″         325   31′ 43,73″

350   32′ 55,6″         375   34′ 4,94″

400   35′ 12″            425   36′ 17″

450   37′ 20, 11″      475   38′ 21,5″

500   39′ 21, 29″      525   40′ 19,6″

550   41′ 16, 54″      575   42′ 12,2″

600   43′ 6,66″         625   44′ 0″

650   44′ 52,28″       675   45′ 43,57″

700   46′ 33, 91″      725   47′ 23,37″

750   48′ 11, 98″      775   48′ 59,78″

800   49′ 46, 82″      825   50′ 33,13″

850   51′ 18, 74″      875   52′ 3,69″

900   52′ 48″            925   53′ 31,7″

950   54′ 14, 81″      975   54′ 57,36″

 

 

Telah disebutkan dalam artikel Prosedur Penghitungan Awal Waktu Sholat Methode Ephomeris bahwa Tinggi Matahari saat terbit atau terbenam (waktu Maghrib) adalah -1¤ 04′ 43, 51″ (minus satu derajat empat sudut menit empat puluh tiga koma lima puluh satu sudut detik). Nilai ini mengikuti pendapat yang menggunakan data ketinggian tempat. Berikut rincian pencarian nilai Tinggi Matahari untuk daerah Palimanan Cirebon waktu Maghrib, Isya’, Shubuh dan Terbit ;

 

Waktu Maghrib (Terbenam) dan Terbit

 

Daerah Palimanan, Cirebon, Jawa Barat yang memiliki ketinggian tempat kurang lebih 70 meter (m) dari permukaan laut (dpl).

 

TT   = 70 meter (m)

Ref  = 0¤ 34′

Sdm= 0¤ 16′

KU  = 1, 76′ × /70 m

        = 0¤ 14′ 43, 51″

 

TM = -Ref + Sd + KU

       = – 0¤ 34′ + 0¤ 16′ + 0¤ 14′ 43, 51″

       =  -1¤ 04′ 43, 51″

 

Jadi Tinggi matahari waktu Maghrib dan Terbit adalah -1¤ 04′ 43, 51″

Baca juga : Cara Menghitung Terbit dan Terbenam Matahari

Waktu Isya’

 

Sedangkan untuk TM waktu Isya’ adalah ;

-17¤ ditambah TM Maghrib

= -17¤ + -1¤ 04′ 43, 51″

= -18¤ 04′ 43, 51″

 

Waktu Shubuh

 

TM waktu Shubuh

 

-19¤ ditambah TM Maghrib

= -19¤ + -1¤ 04′ 43, 51

= -20¤ 04′ 43, 51″

Sedangkan nilai Tinggi Matahari pada selain waktu-waktu di atas adalah sebagai berikut ;

 

Waktu Dhuha dan Idul Fitri

Tinggi Matahari Waktu Dhuha dan Idul Fitri ditetapkan dengan harga 04¤ 30′ 00″

Tetapi ada juga pendapat yang mengemukakan bahwa ; Tinggi Matahari waktu Dhuha, Idul Adha dan Idul Fitri selain telah ditetapkan nilainya,  namun tetap harus memperhitungkan Tinggi Tempat, Jadi kalau mengikuti pendapat ini berarti untuk Waktu Dhuha daerah Pegagan Palimanan Cirebon adalah ditambah 0,4 menit atau 0j 0m 2,4d, mengingat daerah ini memiliki ketinggian 70 meter Dari Permukaan Air Laut (DPL), hal serupa dengan awal waktu Shalat Idul Adha dan Idul Fitri.

 

 

Waktu Idul Adha

 

Tinggi Matahari Waktu Idul Adha juga ditetapkan dengan nilai 03¤ 30′ 00″.

 

Setelah kita cermati nilai- nilai Tinggi Matahari (TM) di atas, maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa ;

  • Tinggi Matahari (TM) mulai saat terbenam sampai saat terbit (meliputi waktu terbenam atau Maghrib, Isya’, Sbubuh dan terbit) memiliki nilai negatif (-)
  • Sedangkan setelah terbit sampai sebelum terbenam (meliputi waktu Dhuha, Idul Fitri dan Idul Adha) memiliki nilai positif (+)

 

Mengecualikan penghitungan Tinggi Matahari (TM) awal waktu Ashar, itu dihasilkan dari rumus ;

 

01. DM – LT = ZM

 

02. Tan ZM + 1

      = TM

Dimana cara pencet Calculator Real Max LK-nya adalah sebagai berikut ;

Shift tan (1 : (tan ZM + 1))=¤ ‘ “


Sudut Waktu Matahari (فضل الدائر) = Hour Angle Of The Sun

 

Sudut Waktu Matahari

Tujuan utama dalam penghitungan Tinggi Matahari adalah untuk mengetahui nilai Sudut Waktu Matahari (SWM), karena salah satu syarat mutlak dalam mencari nilai Sudut Waktu Matahari itu sudah adanya Nilai Tinggi Matahari, sebagaimana dalam contoh penghitungan Sudut Waktu Matahari di bawah ini ;

TM     = – 01¤ 04′ 43, 51″


Rumus ;

 

SWM = sin TM : cos LT (m) : cos DM – tan LT (m) × tan DM

           = sin -01¤ 04′ 43, 51″ : cos -6¤  : cos 04¤ 39′ 27″ – tan -6¤ × tan 04¤ 39′ 27″

            = 90¤ 35′ 51, 47″ : 15

            = 06j 02m 23, 43d (SWM).

Sudut Waktu Matahari merupakan busur sepanjang lingkaran harian Matahari dihitung dari titik Kulminasi atas sampai Matahari berada, atau sampai sudut pada Kutub langit Selatan atau Utara yang diapit oleh garis Meridian dan Lingkaran Deklinasi yang melewati Matahari.

 

Sudut Waktu adalah sudut pada titik langit kutub langit yang terbentuk oleh potongan antara lingkaran Meridian dengan lingkaran waktu yang melalui suatu obyek (benda langit) tertentu di bola langit. Dikatakan sudut waktu, dikarenakan bagi semua benda langit yang terletak pada lingkaran waktu yang sama, maka berlaku ketentuan “jarak waktu yang memisahkan benda-benda langit dengan kedudukannya tatkala berada pada lingkaran waktu yang sama di saat berkulminasi adalah sama”, dengan kata lain, benda-benda langit yang terletak di lingkaran waktu yang sama, maka sudut waktunya juga sama pula, besaran sudut waktu itu menunjukkan berapa jumlah waktu yang memisahkan benda langit tersebut dengan kedudukannya saat berkulminasi.

Nilai sudut waktu adalah 00¤ sampai dengan 180¤, dimana nilai 00¤ ketika Matahari berada di titik Kulminasi atas (+ jam 12 Siang), sedangkan untuk nilai 180¤ ketika Matahari berada di titik Kulminasi bawah (+ jam 12 Malam).

Sudut Waktu Matahari senantiasa berubah sebanyak 15¤ untuk setiap jam-nya. Hal ini disebabkan oleh gerak Semu harian benda-benda langit yang diakibatkan oleh perputaran Bumi pada porosnya (Rotasi Bumi).

Dan apabila kedudukan Matahari berada di sebelah Barat Meridian  atau di belahan langit sebelah Selatan  Barat, maka nilai Sudut Waktu Matahari bertanda positif (+).

Dan apabila Matahari berada di sebelah Timur Meridian  atau di belahan langit sebelah Timur, maka nilai Sudut Waktu Matahari bertanda negatif  (-).

 

Demikian tutorial mengenai Refraksi, Tinggi Tempat, Semidiameter, Kerendahan Ufuk dan Tinggi serta Sudut Waktu Matahari, semoga mudah dipahami serta bermanfaat.

Hisab Awal Bulan Qamariyah Methode Fathu Al-Rauf Al-Mannan

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Muamar Khadapi

Beralamat di Cirebon, Jawa Barat

2 comments

  • QQHarian,info merupakan situs betting online yang aman dan terpercaya. Menyediakan Promo Bonus yang Wow dan tidak pernah anda jumpai di tempat lain.
    Buruan bergabung dan Buktikan sekarang juga serta Menangkan JackPot 100%. Cukup 1 user id saja anda bisa banyak bermain game. Minimal DP/WD hanya 20k/50k saja.
    Proses pencairan dana cukup dengan waktu max3 menit hingga ratusan juta rupiah. Anda Menang, Kami Bayar. Anda Kalah, Kami Ganti.!!!
    Untuk info lebih lanjut bisa hub cs kami di livechat/Wa : +63 9954825268 | Line : qqharian | Refferal Code : 8FE83FDE