Soloensis

Langganan Solopos Serasa Gratis

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Selamat ulang tahun ke-18 buat Solopos tercinta. Semoga tetap jaya sehingga saya bisa selalu berkarya. Saya, Sri Ningsih mengenal Solopos sejak awal penerbitan tahun 1997 karena promosi koran Solopos pada waktu itu sampai di Sukoharjo tempat tinggal saya.

Baru sekitar tahun 2000 saya berlangganan koran Solopos. Sekitar 4 sampai 5 tahun berlangganan koran Solopos saya hanya sebagai pembaca setia saja. Belum sempat berpikir untuk berkarya karena kesibukan mengurus anak-anak yang masih kecil.

Sekitar tahun 2005, suami saya, Muh. Amin, mendapat tugas sebagai Dewan Pembaca Solopos untuk wilayah Sukoharjo. Tugas Dewan Pembaca Solopos adalah memberikan kritik, saran, dan masukan demi peningkatan koran Solopos pada waktu itu. Masa bakti Dewan Pembaca Solopos selama 6 bulan dan selama 6 bulan pula Dewan Pembaca Solopos mendapatkan fasilitas gratis berlangganan koran Solopos. Untuk periode 6 bulan berikutnya suami saya masih dipercaya menjadi Dewan Pembaca Solopos. Sehingga mendapatkan fasilitas gratis berlangganan koran Solopos lagi selama 6 bulan.

Sebagai ibu rumah tangga, saya sangat senang dan bersyukur karena anggaran untuk berlangganan koran selama satu tahun utuh. Uang tersebut saya masukkan dalam toples dan sampai sekarang masih.

Setelah koran Solopos mengalami perkembangan yang pesat, Dewan Pembaca Solopos ditiadakan. Saya mulai berpikir bagaimana caranya tetap berlangganan koran Solopos tetapi tidak mengurangi tabungan dalam toples dan meniadakan anggaran berlangganan koran. Akhirnya saya mulai berkarya menulis di rubrik Ah Tenane. Peristiwa lucu, menggelikan, atau memalukan yang membuat kita bisa tertawa cekikikan atau tersenyum kecut di lingkungan sekitar saya jadikan sebagai bahan penulisan. Suami, ayah, ibu, anak, keponakan, dan tetanggga sering saya jadikan tokoh dalam rubric Ah Tenane yaitu Jon Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk, dan Gendhuk Nicole.

Alhamdulillah dari honor penulisan di rubrik Ah Tenane yang saya kumpulkan bisa untuk membayar langganan koran Solopos setiap bulan. Sehingga mendapatkan honor dari penulisan Ah Tenane membuat tabungan dalam toples tak pernah habis bahkan bertambah. Aktivitas saya ini dapat menginspirasi anak pertama dan anak kedua saya. Setiap mempunyai pengalaman menarik mereka ikut-ikutan menulis di rubrik Ah Tenane. Tulisan mereka sering juga dimuat. Akhirnya honor penulisan kita jadikan satu dalam toples. Toples tersebut saya beri nama BRANKAS JON KOPLO. Selain untuk membayar langganan koran Solopos setiap bulan, uang dalam brankas jon koplo juga sangat bermanfaat untuk membeli peralatan sekolah untuk anak. Terima kasih Solopos.
#Soloensis

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

SriNingsih

Editor, penulis buku BSE bahasa indonesia kelas VII, penulis freelance.

Add comment