Soloensis

Uniknya Pasar Yang Hanya Ada Pada Hari Senin Saja

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Uniknya Pasar Yang Hanya Ada Pada Hari Senin Saja

 

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata-kata pasar? Jorok, bau, kotor, ramai, panas? Atau masih banyak lagi, memang pasar sangat identik dengan hal-hal yang telah disebutkan tadi. Namun apakah anda pernah mengetahui sisi lain tentang pasar? Seperti bagaimana para pedagang mempersiapkan barang dagangan mereka, para pedagang yang sudah bangun sejak pagi buta untuk mencari rezeki demi kelanjutan hidup keluarga mereka, para pembeli yang sudah tak sabar ingin membeli barang ataupun sesuatu yang sedang mereka butuhkan. Ya kadang kita hanya memandang sisi buruk dari pasar, apalagi jika pasarnya adalah pasar tradisional. Dimana pasar ini masih sangat jauh dari kata modern.

 

Berbicara mengenai pasar saya akan sedikit bercerita mengenai pasar tradisional yang ada di desa saya. Ditulisan sebelumnya saya bercerita mengenai kampung halaman saya, ya saya berasal dari Riau tepatnya Desa Tapung Makmur, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Pasar yang akan saya ceritakan adalah pasar Senin di desa saya. Jika ditanya keunikan apa yang ada di pasar Senin ini dibanding dengan pasar-pasar yang ada di tempat saya kuliah saat ini yaitu di Kartasura, sebenernya sama halnya dengan pasar-pasar lainnya ramai, panas dan lainnya. Namun jika pasar Kartosuro memiliki bangunan dengan 2 lantai di pasar Senin memilki penataan yang tidak memilki bangunan, artinya pasar disana lebih terbuka tanpa ada gedung. Beralaskan semen yang dibangun seperti pondasi rumah dengan tiang-tiang yang berdiri tegak menyangga atap membuat pasar disana sangat berbeda dengan pasar di Solo.

 

Biasanya pasar  terkenal kotor, jorok dan hal-hal yang menjijikkan lainnya, tapi tidak dengan pasar Senin karena memang setiap pedagang akan di mintai kas setiap minggunya untuk kebersihan yang ada di pasar. Jadi tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena sudah ada yang mengurus hal tersebut. Dan jika cuaca sedang tidak baik atau hujan pedagang tidak perlu takut barang dagangannya basah atau kotor karena pasar sudah di sertai dengan penutup seperti terpal dan genteng yang memang sudah di sediakan oleh pemerintah desa setempat. Pasar di sekitar desa saya juga hanya ada di satu hari saja seperti pasar rabu yang ada di Desa Kota bangun, dan desa-desa lainnya yang jaraknya tak jauh dari desa saya tinggal.

 

Ketika ditanya “Suka nggak pergi ke pasar?” maka jawaban saya adalah sangat suka kenapa? Karena dengan kepasar kita bisa belajar banyak hal. Yang paling saya suka ketika saya pergi ke pasar adalah saya bisa bertemu banyak orang, teman semasa sekolah dasar, guru-guru di sekolah dasar juga, dan bercengkrama dengan orang-orang yang sudah lama tidak saya jumpai. suasana yang hangat pun terasa saat bertemu dengan orang-orang yang lama tak terlihat. Karena memang sejak lulus dari sekolah dasar saya sudah tidak melanjutkan pendidikan di desa saya.

 

Berbagai macam pedagang pun ada di pasar Senin seperti pedagang sayuran, baju, buah, mainan, makanan ringan, pedagang ikan, ayam, DVD, dan masih banyak lagi. Biasanya pasar Senin akan ramai pada pukul 09.00-10.30 karena pada jam tersebut banyak anak sekolah yang sedang istirahat dan jajan ke pasar.berdanding terbalik dengan pasar Kartosuro yang pada jam tersebut pasar telah sepi. Sedikit flashback ketika saya  masih sekolah dasar dulu sering sekali saat jam istirahat tiba saya pergi ke pasar Senin dan mencari ibu saya kemudian jika bertemu meminta uang atau minta dibelikan sesuatu, karena memang letak pasar tidak jauh dari Sekolahan. Pasar Senin terletak di pertengahan desa.

 

Kemudian kenapa dinamakan pasar Senin? Karena pasar di desa saya hanya ada di hari senin saja. Ini yang membedakan dengan pasar-pasar yang ada di Solo yang biasanya ada setiap hari. Pasar Senin buka mulai pukul 07.00-12.30 WIB. Jadi setiap warga yang berbelanja di pasar Senin harus memperkirakan persediaan rumah tangganya selama seminggu karena pasar memang hanya ada di hari senin saja. Unik bukan.

 

Mungkin tulisan ini tidak terlalu menarik untuk anda baca karena memang saya baru mulai menulis saat kuliah saja jadi maklum kalau tulisan ini tidak seberapa. Tujuan saya menulis hanya ingin berbagi cerita tentang kampung halaman yang jauh di sebrang pulau sana. Yaitu Provinsi Riau tercinta.

 

 

Written by Nita Indriani

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Nita Indriani

saya sangat suka menyanyi

1 comment