Soloensis

Woodball, olah raga apakah itu?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mendasarkan motto yang menjadi dasar filosofi : Competitive, Healthy, Recreation dan Joyful. Olah raga woodball masuk Indonesia secara resmi pada tanggal 22 Nopember 2006. Dibawa oleh 4 orang pemain woodball dari kota Kaoshiung Taiwan yaitu Much. Sahid, Tandiono Jecky, Nugroho Widiasmadi dan Sutrisno yang membawa alat Woodball merk Huy King.

Sebuah permainan yang kesemua alatnya dari kayu merupakan bentuk representasi dari olahraga Golf yang sederhana dan berbiaya lebih murah. Diharapkan siapa saja dan dari berbagai kalangan dapat melakukan olah raga ini. Maka dari itu perlu sosialisasi, uji coba dan latihan bersama.

Demikian halnya olah raga woodball dikenalkan kepada warga SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta saat Rapat Kerja (raker) tanggal 30 Juni sampai 2 Juli 2008. Tindak lanjut berikutnya mulai awal tahun ajaran 2008-2009 setiap hari kamis sore guru dan karyawan SMA Yosef melakukan olah raga bersama.

Selanjutnya olah raga “langka” ini menjadi bagian ekstrakurikuler di SMA PL St. Yosef. Tak urung beberapa prestasi telah diperoleh termasuk menjadi juara nasional tingkat pelajar. Dan yang cukup membanggakan sebuah stasiun TV Swasta nasional bersama Tukul Arwana dalam acara “jalan-jalan Mr. Tukul,” dijadikan tempat sekaligus bagian dari mata acara itu.

Dengan bermain Woodball, diharapkan dalam tubuh yang kuat dan sehat juga menghasilkan pikiran yang jernih. Tidak perlu olah raga yang banyak memerlukan tenaga dan biaya. Maka woodball sebuah olah raga alternatif yang jelas ada unsur permaian (game) dan rekreasi.

Untuk pertama kali dengan menggunakan 4 alat woodball pada hari kamis tanggal 31 Juli 2008 olah raga ini dimainkan dihalaman dalam sekolah. Dan tidak tanggung-tanggung yang menjadi pelatih pertama kali dan bersedia menjadi manager Woodball SMA Yosef Kandatel Telkom Solo Ir. Dwi Heriyanto MT.

Ir Dwi Heriyanto memberi berbagai teknik pukulan, point dan hukuman permainan woodball. Dan setiap minggu guru dan karyawan SMA PL St. Yosef juga diajak bermain bersama di Pemancingan Tlatar Boyolali bersama staf Telkom Solo sambil menikmati ikan bakar.

“Permainan ini sangat rekreatif dan menyenangkan, maka masuknya woodball di SMA Yosef akan semakin menambah semangat dalam bekerja” ujarnya.

Bagi warga Solo Raya, bila ingin mengetahui dan belajar banyak. Bisa berlatih di SMA PL St. Yosef Surakarta sebab satu satunya lapangan Woodball untuk sekolah di Indonesia ada disini.

#soloensis

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
fxtriyas

fxtriyas

guru

Add comment