Soloensis

Dampak Belajar Online yang Sering Dikeluhkan

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Sejak pandemi Corona menyerang masyarakat Indonesia, sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh. Adanya femonena ini mau tak mau membuat orang mengganti metode pengajaran. Bisa dikatakan dampak belajar online itu cukup besar. Tak hanya bagi sekolah saja, namun siswa serta orang tua di rumah pun merasakannya.

Beberapa Dampak Belajar Online di Rumah

Adanya sistem pembelajaran online ini menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada yang menyukainya karena itu praktis dan lebih mendekatkan diri pada keluarga. Namun, tidak sedikit orang merasa terbebani dengan beberapa keluhan seperti di bawah ini:

1. Tugas Memberatkan Siswa

Salah satu dampak yang berpengaruh pada kehidupan akademik ialah siswa merasa sangat terbebani dengan tugas-tugas dari guru. Hal itu dikarenakan porsi PR cukup banyak dan hampir setiap mata pelajaran memberikan pekerjaan rumah untuk masing-masing peserta didik.

Banyaknya tugas ini memberatkan siswa sebab mereka menjadi tak memiliki waktu untuk beristirahat sejenak. Terkadang PR yang diberikan cukup sulit sehingga para murid harus ekstra bekerja keras bahkan hingga malam hari. Pemberian exercise seharusnya disesuaikan dengan kemampuan murid.

2. Orang Tua Harus Mendampingi Siswa

Bagi pelajar yang bisa belajar tanpa dukungan orang tua mungkin takkan mengalami kendala. Namun, ini berdampak sangat besar bagi siswa SD dengan orang tua super sibuk. Jika mereka diberikan tugas sulit mau tak mau orang tua harus menemaninya untuk membantu pemahaman.

Belajar online ini memang menyenangkan karena terlihat praktis. Namun, orang tua mau tak mau harus mendampingi siswa yang masih berusia kecil. Bila tidak diawasi, dikhawatirkan mereka akan kesulitan mendapatkan materi dari gurunya.

3. Siswa Kesulitan Memahami Materi

Ada lagi dampak negatif yang dirasakan yakni siswa mendapatkan kesulitan memahami materi. Hal itu dikarenakan guru memiliki keterbatasan menyampaikan bahan ajar. Bahkan, terkadang materi hanya diberikan via file (tanpa adanya penjelasan lebih, tentu murid bisa kebingungan).

Agar siswa tidak kesulitan, diharapkan guru menggunakan aplikasi seperti zoom untuk menyampaikan materi. Apabila hanya memberikan tugas, siswa pun harus ekstra berpikir keras dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Kesulitan memahami ini cukup dirasakan oleh banyak murid. Sebenarnya ada beberapa trik agar murid lebih mudah memahami materi yang ada. salah satunya belajar melalui website pendidikan yang mudah dimengerti seperti Cimacnoticias.com

4. Keterbatasan Internet di Daerah Pelosok

Saat pandemi Corona melanda, pemerintah memutuskan bahwa sistem pembelajaran dilakukan secara online. Itu sangatlah tidak efisien bagi tempat yang memiliki keterbatasan akses internet. Tak heran, beberapa mahasiswa di suatu kelas tak pernah mengumpulkan tugas karena kurangnya akses ini.

Keterbatasan akses internet memang menjadi kendala terbesar. Dengan adanya belajar jarak jauh, tidak semua orang mampu mendapatkan materi karena hingga kini persebaran jaringan di Indonesia masih belum merata. Untuk itu, siswa harus memutar otak menangani permasalahan ini.

5. Pengeluaran Membengkak

Salah satu dampak belajar online ialah pengeluaran membengkak. Kebutuhan akan kuota sangat banyak karena seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan dengan online. Jika di rumah ada wifi mungkin takkan terasa, namun bila tidak tersedia maka harus menggunakan kuota.

Bisa dibayangkan, dalam sebulan terjadi peningkatan pengeluaran untuk kuota. Selain itu, biaya makanan pun makin banyak karena anak-anak cenderung suka ngemil di rumah. Adanya penambahan anggaran ini cukup dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia terutama pelajar.

6. Guru Diharuskan Paham Teknologi

Salah satu alasan mengapa banyak orang kurang menyukai sistem pembelajaran ini adalah, pengajar (baik guru maupun dosen) diharuskan paham dengan teknologi. Bagi pendidik yang tidak terlalu memahaminya, mau tak mau harus belajar dari nol.

Padahal, tak semua orang mampu belajar secara cepat. Adanya fenomena Covid ini begitu merubah sistem pendidikan. Penguasaan teknologi sangat berperan penting karena jika tidak dimilikinya akan memberi gangguan pada penggunanya.

7. Kurangnya Interaksi Sosial

Ada lagi dampak yang diberikan dengan adanya belajar online yaitu kurangnya interaksi sosial. Pendidik dan siswa hanya bertemu via laptop ataupun smartphone saja. Jika pembelajaran menggunakan aplikasi zoom mungkin efeknya tidak besar. Namun jika guru hanya memberikan PR via WA, ini bisa berakibat kurang baik.

Kurangnya interaksi sosial akan berdampak pada kepribadian siswa. Secara tidak langsung hal ini berpotensi membuatnya stress hingga menjadi acuh pada orang. Adanya potensi buruk itu sebaiknya bisa ditangani dengan pemberian sistem pembelajaran yang menarik.

8. Sikap Cheating

Dampak lain dari belajar online adalah meningkatnya sikap kurang baik, salah satunya mencontek. Karena seluruh tugas dilakukan di rumah, maka siswa memiliki kesempatan untuk bertanya pada teman. Jika ini hanya dilakukan saat pemberian tugas, mungkin tidak terlalu berdampak.

Namun jika itu dilakukan pada saat ulangan, akan sangat disayangkan sekali. Padahal, siswa dituntut memiliki sikap jujur. Memang tidak semua anak melakukannya, namun adanya belajar online itu memicu anak untuk mencontek. Dengan begitu peluang cheating jauh lebih besar untuk saat ini.

9. Pendidik Kesulitan Menilai Siswa

Adanya dampak dari belajar jarak jauh ini sedikit menyulitkan guru dalam memberikan nilai. Jika ujian dilakukan secara online, maka siswa pun punya kesempatan besar untuk mencontek atau bertanya pada orang lain. Otomatis banyak anak yang memiliki score bagus, tapi diragukan kemampuannya.

Belajar online ini memang praktis, namun pendidik sedikit kesulitan menemukan siswa terpintar yang memang berprestasi. Jika ujian dilakukan di rumah, tentu ada kesempatan untuk bertanya pada orang yang lebih mahir. Alhasil, guru pun harus memberikan nilai sesuai dengan score saat itu.

Itulah beberapa dampak belajar online yang perlu diketahui. Apabila sistem pembelajaran itu diteruskan mungkin siswa dan guru akan sedikit kewalahan dalam melaksanakannya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Nur Sholeh

Penulis lepas yang hobinya nulis, saya juga suka jalan-jalan, dan juga fotografi.

Add comment