Soloensis

Menggemakan Bahasa Indonesia dengan Memperkuat dan Menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia melalui Budaya Nusantara

Foto mengenai beberapa kegiatan Hibah MBKM UNS

Surakarta, 15 Juni 2024 – Sebuah perjalanan riset yang menggugah jiwa edukasi dan pemberdayaan masyarakat telah diawali oleh sekelompok mahasiswa Hibah MBKM UNS pada tahun 2024. Tim ini terdiri dari Leila Nur Ika Wati, Renda Adi Puspaningrum, Annisa Afrillia Widha Rukmana, dan Bulan Azzahra Puteri Barinto yang merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNS. Mereka berkomitmen untuk memperkuat dan menginternasionalisasi Bahasa Indonesia melalui keberagaman budaya Nusantara. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Kundharu Saddhono, S.S., M. Hum. C.Ed., CISHR, mereka menjelajahi berbagai aspek budaya untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Latar belakang penelitian ini dipicu oleh keinginan untuk mengangkat budaya nusantara, khususnya kebudayaan gamelan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Gamelan, sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia, dipilih karena keindahannya yang memukau dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya. Ini bukan hanya tentang melatih keterampilan berbahasa, tetapi juga tentang memperkenalkan kearifan lokal kepada dunia, sehingga menjembatani pemahaman lintas budaya.

Selain itu, tim ini melaksanakan kegiatan pendukung lainnya. Mereka mengadakan forum dengan narasumber terkait penulisan artikel ilmiah yakni Dr. Erikson Saragih, M.Hum dari Universitas Sumatera Utara. Forum ini memiliki peran yang penting karena riset yang dilakukan juga menghasilkan luaran yang berupa artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah. Tim ini juga mengejar ilmu di seminar internasional yang membahas keberagaman budaya Indonesia dan pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid di Yale University dan Zoom meeting. Forum ini juga diikuti oleh pembicara yang sangat kompeten di bidangnya seperti Jolanda Pandin dari Cornell University, Dr. Evy Siregar dari El Colegio de Mexico, Wimbo Pambudi Wicaksono dari BIPA Daring KBRI Washington D.C dan pembicara lainnya.

Namun, titik puncak dari perjalanan ini adalah ketika mereka menghadirkan edukasi dan pemberdayaan langsung kepada masyarakat di SMP Negeri 1 Ngargoyoso, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII dan VIII. Melalui interaksi langsung di sekolah, mereka tidak hanya sebatas memberikan edukasi serta pelatihan terkait penguatan dan internasionalisasi bahasa Indonesia melalui keberagaman budaya nusantara, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya memelihara Bahasa Indonesia sebagai warisan budaya. Dengan menonjolkan keberagaman budaya Nusantara, mereka membuka jendela baru bagi siswa untuk menghargai identitas bangsa mereka dan memperkuat rasa bangga akan budaya lokal.

Namun, tantangan sebenarnya terletak pada upaya internasionalisasi. Dengan tekun, mereka menciptakan bahan ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang terkait dengan budaya gamelan. Bahan ajar ini khususnya ditujukan untuk pembelajar dari Yale University, yang diharapkan akan menjadi jembatan penting dalam memperluas jangkauan bahasa Indonesia di panggung global. Diskusi berulang dengan mahasiswa Yale University memastikan bahwa bahan ajar tersebut sesuai dengan kebutuhan dan standar internasional, sementara evaluasi berkelanjutan memastikan kualitas dan relevansinya.

Dengan demikian, melalui kolaborasi, kecerdasan, dan semangat yang tak kenal lelah, perjalanan ini bukan hanya tentang riset, tetapi juga tentang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai kekuatan yang menginspirasi, menghubungkan, dan membangun masyarakat yang lebih kuat dan terhubung dengan kekayaan budaya Nusantara.

Penulis

Leila Nur Ika Wati, Renda Adi Puspaningrum, Annisa Afrilia Widha Rukmana, Bulan Azzahra Puteri Barinto

    Apakah tulisan ini membantu ?

    Add comment