Soloensis

Mengenal Lebih Dalam Defecography, Tujuan, Prosedur, dan Efek Samping

Defproc

Defecography merupakan prosedur pemeriksaan yang digunakan dokter untuk mengetahui masalah yang menyebabkan pasien mengalami sejumlah gangguan pencernaan terkait buang air besar, seperti sembelit atau inkontinensia tinja. Baca penjelasan mengenai defekografi pada ulasan di bawah ini.

Apa itu defekografi?

Jika mengalami kesulitan buang air besar atau menahan usus atau sensasi yang tidak diinginkan saat buang air besar dan penyedia layanan kesehatan merekomendasikan defekografi untuk mengetahui apa masalahnya. Defecography sendiri adalah pemeriksaan radiologi untuk melihat ke dalam otot dan organ tubuh saat BAB. Melalui sinar-X fluoroskopi atau magnetic resonance imaging, penyedia layanan kesehatan dapat melihat bagaimana berbagai otot dan organ bergerak saat Anda buang air besar.

Anda sebenarnya tidak buang air besar saat ujian. Sebaliknya, teknisi kesehatan akan mengisi rektum Anda dengan pasta barium dan ini merupakan bahan medis yang memiliki konsistensi yang sama dengan tinja. Barium adalah zat kontras yang membuat bagian dalam tubuh Anda terlihat lebih baik pada tes X-ray atau MRI. Anda akan mengevakuasi pasta di toilet khusus di dalam mesin pemindai. Ahli radiologi akan melihat bagian dalam tubuh Anda di layar komputer, bukan saat Anda jongkok di toilet.

Tujuan Defekografi

Defecography merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan melihat bagian dalam otot dan organ untuk mengamati pergerakannya pada saat penderita BAB. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter memberikan evaluasi dinamis terhadap berbagai masalah yang terjadi pada anus dan rektum, seperti:

  • Nyeri di anus.

  • Sembelit kronis.

  • Inkontinensia alvi (inkontinensia tinja), yaitu hilangnya kemampuan untuk menahan tinja, sehingga tinja menjadi tidak terkontrol lagi.

  • Prolaps rektum.

  • Sistokel.

  • Enterocele, yaitu suatu kondisi turunnya bagian usus kecil yang menekan vagina sehingga mengakibatkan terbentuknya tonjolan di dalam saluran vagina.

  • Rektokel, suatu kondisi dimana rektum menonjol ke depan hingga ke dinding vagina.

  • Ketidakmampuan untuk membersihkan usus sepenuhnya.

  • Buang air besar dissinergis (kondisi ketika saraf dan otot dasar panggul tertentu tidak berfungsi saat buang air besar).

Tujuan lain dari pemeriksaan defekografi adalah untuk membantu dokter memastikan hal-hal berikut:

  • Bagaimana otot dasar panggul pasien berkontraksi dan berelaksasi?

  • Bagaimana fungsi anus pasien saat buang air besar?

  • Bagaimana pergerakan usus besar, rektum, vagina, dan kandung kemih pasien saat buang air besar?

  • Apakah ada organ dalam tubuh yang tidak pada tempatnya?

  • Apa saja yang perlu diperhatikan dalam rencana operasi?

Persiapan Sebelum Defekografi

Berbeda dengan kolonoskopi, pasien mungkin tidak perlu untuk menjalani persiapan pembersihan sistem pencernaan sebelum prosedur telah dimulai. Namun, dokter biasanya juga akan segera meminta pasiennya untuk menggunakan enema sebelum berangkat ke rumah sakit. Selain itu, pasien juga dakan segera iminta untuk tidak makan atau minum selama 2 jam sebelum pemeriksaan.

Prosedur Defekografi

Saat menjalani prosedur ini, pasien akan diminta berganti pakaian khusus dari rumah sakit. Kemudian pasien diarahkan ke ruang pemeriksaan. Pertama, pasien diminta berbaring di atas meja agar dokter dapat menyuntikkan pasta barium ke dalam anus. Pasien mungkin akan merasa kembung atau bahkan kram ringan akibat enema. Pada beberapa kasus, dokter juga akan meminta pasien untuk meminum larutan barium 1 jam sebelum pemeriksaan agar dapat memperoleh gambaran usus besar dengan jelas. 

Pada wanita, dokter biasanya mengoleskan sedikit pasta barium ke vagina untuk mendapatkan gambaran tentang ruang antara dinding vagina dan rektum. Pada pemeriksaan ini sebenarnya pasien tidak buang air besar, namun pasta barium yang dimasukkan akan membuat anus penuh sehingga perlu dikeluarkan seperti sedang buang air besar. Jika merasa ingin buang air besar, pasien siap menjalani tes.

Setelah itu, pasien diminta duduk di atas alat yang menyerupai toilet biasa. Teknisi akan memberikan instruksi kapan pasien perlu mendorong, menahan, dan mengendurkan otot saat “BAB”. Pasien harus menggunakan ototnya secara maksimal agar teknisi dapat melihat dengan jelas cara kerja otot. Selama proses ini, gambar sinar-X akan terus diambil. Keseluruhan proses ini memakan waktu 30–60 menit.

Setelah Prosedur Defecografi

Defecography adalah prosedur yang tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, beberapa pasien mungkin merasa malu. Setelah pemeriksaan selesai, pasien dipersilahkan membersihkan diri. Pasien mungkin melihat barium putih berkapur di tinja keesokan harinya. Tidak perlu khawatir karena ini merupakan kondisi normal. Umumnya tidak ada batasan setelah pemeriksaan. Dokter akan memperbolehkan pasien untuk segera beraktivitas dan makan dengan normal, kecuali ada pemeriksaan lain setelahnya.

Efek Samping Defekografi

Defecography adalah prosedur yang relatif aman. Paparan radiasi sinar X yang digunakan cukup kecil sehingga tetap aman asalkan tidak dilakukan terlalu sering. Namun tes ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Meski kemungkinannya kecil, paparan radiasi tetap bisa menimbulkan risiko bahaya pada janin.

Demikian ulasan tentang Mengenal Lebih Dalam Defecography, Tujuan, Prosedur, dan Efek Samping seperti yang dilansir alexistogel, semoga bermanfaat.

    Apakah tulisan ini membantu ?

    Add comment