Soloensis

Jadi beginilah, yang namanya ‘Kebebasan yang Terikat’

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
52

Teknologi, Bicara mengenai hal tersebut dirasa tiada habisnya. Teknologi adalah buah hasil kreatifitas manusia itu sendiri agar kegiatan yang dilakukan menjadi lebih mudah dikerjakan. Contoh teknologi yang ada yaitu kendaraan. Dengan adanya kendaraan manusia lebih mudah menjangkau jarak yang jauh dengan tanpa menguras banyak energi. Sekarang teknologi semakin berkembang. Teknologi sudah dapat menghapus batas ruang dan waktu. Teknologi ini contohnya yaitu adalah Internet dan Smartphone. Mungkin hanya dengan bermodal Smartphone dan Kartu SIM dari suatu Provider Jaringan, kita sudah dapat menghapus batas ruang dan waktu. Dengan menelpon/chatting dengan teman yang berada ditempat jauh sudah membuat kita menghapus jarak dan waktu. Dengan penyimpanan yang sudah disediakan di Smartphone kita bisa menyimpan teks, gambar, audio, bahkan video sebanyak yang kita mau asalkan kita tidak melebihi penyimpanan yang kita miliki. Begitu pula internet, selama kita punya koneksi dengan internet, kita dapat menyimpan file apapun selama tidak melebihi cloud-storage yang kita miliki. 

Smartphone, Gawai Canggih yang berbeda dari generasi sebelumnya. Kecanggihan dari gawai ini disebabkan karena adanya penyimpanan lokal yang memadai dan interkoneksi dengan internet. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, internet dapat menembus batas ruang dan waktu, jadi karena  itu gawai ini adalah suatu media yang menjembatani manusia dengan kebebasan tersebut. Dengan fasilitas internet, kita mampu berinteraksi dengan orang lain secara real-time bahkan tanpa menunggu. Dengan fasilitas tersebut manusia semakin dimudahkan dalam hal berkomunikasi maupun mencari informasi.

Nah, Hal tersebut ialah sisi positifnya, akan adil jika kita juga membicarakan hal negatifnya pula. Dalam berkomunikasi lewat media telepon ini (khususnya jika via teks/chatting) dapat menimbulkan ‘Miscommunication‘. Setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing sesuai pengalamannya, jika seseorang membaca suatu informasi tidak menutup kemungkinan jika akan berbeda dengan orang lain. Dalam sebuah website terkadang disediakan kolom komentar, kita dapat berinteraksi dengan pembaca/pemirsa lain di kolom komentar ini. Terkadang jika ingin mengungkapkan pemikirannya, pembaca akan menulis sesuatu di kolom komentar, entah berisi pujian, kritik atau mungkin juga dapat berupa makian. Lalu Netizen ( pengguna internet) lain akan membalasnya, jika yang sebelumnya berupa makian akan semakin memanas dan dapat menimbulkan masalah misalnya seperti twitwar. Jadi istilah “Jarimu Harimaumu” dapat diterapkan pada kasus tersebut.

Selain Masalah ‘Miscommunication‘,  timbul juga kebiasaan kita tak bisa lepas dari Ponsel.  Karena banyaknya fasilitas yang ada di Smartphone kita selalu bergantung padanya. Sampai-sampai kita lebih mending tertinggal dompet daripada tertinggal Ponsel kita. Ketika Baterai Ponsel mendekati angka nol mereka akan panik dan langsung mencari sumber daya listrik untuk men-charge baterai Ponsel mereka. Kita seperti bebas mencari segala sesuatu yang tersedia di internet, namun pada dasarnya kita malah terikat dengan Ponsel itu sendiri. Jika dulu ponsel hanyalah barang Tersier(Mewah), namun sekarang malah terlihat seperti barang primer yang setara dengan Pakaian. Ponsel juga dapat menunjukkan status sosial, semakin canggih dan bermerk Ponselnya ia akan dianggap sebagai orang yang berstrata tinggi. Namun,, tidak semua manusia seperti itu, tetap ada yang menganggap Ponsel adalah barang mewah. Walau kadang sering di sebut sebagai orang yang gaptek(gagap teknologi), menurut saya kesederhanaan dan tidak bermewah-mewahan adalah hal yang penting. Apapun yang kita dapat tidak akan dibawa mati, jika itu sebuah rumah/lahan mungkin dapat diwariskan ke generasi selanjutnya, namun jika itu hanyalah teknologi saya rasa tak perlu muluk-muluk, yang dapat digunakan sesuai kebutuhan saja sudah cukup. Karena secanggih apapun teknologi yang ada di saat ini, akan terlihat biasa dan mungkin akan terlihat seperti rongsokan jika di perlihatkan di masa depan, karena manusia akan terus mengembangkan hasil ciptaannya.

Hiduplah seadanya, agar hidupmu lebih berguna

Be smart-user who use Smartphone

#SalamMongopoh

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
52

Muhammad Ridwan Arrofiq

Salam #Mongopoh
NIM : 161211087

Add comment