Soloensis

10 Nama Planet dalam Sistem Tatasurya kita

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Sistem Tata Surya kita ini terletak di bagian sayap Spiral bentangan raksasa galaksi. Dan ini merupakan posisi Kosmos yang strategis bagi penghuninya yang lebih mendekati tepi galaksi. Oleh karena itu Para ahli Astronomi lebih memiliki kesempatan untuk mengamati galaksi tetangga Bima Sakti ini.

Matahari (Sun | الشمس)

Matahari merupakan salah satu Bintang dalam Galaxi Bimasakti. Dalam skala jagat Raya, Ukuran Maataharti hanya termasuk ke dalam Bintang yang berukuran sedang. Matahari menjadi pusat peredaran Planet-planet dalam Tatasurya kita. Ukuran Matahari memiliki Radius pada bagian Equator-nya sebesar 695.000 km (sekitar 103 kali radius Bumi), sehingga bagian dalam Matahari dapat diisi dengan 1,3 juta Bumi yang kita tinggali ini. Lapisan terluar yang nampak dinamakan Photosphere yang memiliki temperatur 6000C. Energi Matahari sendiri terbentuk jauh di dalam inti Matahari yang merupakan sumber energi Elektromagnetik yang sangat kaya (sebagian besar dalam bentuk panas dan cahaya). Disinilah reaksi nuklir terbentuk pada Temperatur 15 juta derajat Celcius (C) dan tekanan 340 juta kali tekanan di Bumi pada permukaan air laut. Chromosphere berada di atas Photosphere. Energi Matahari yang keluar dari pusat Matahari keluar melalui bagian Chromosphere, akibat Energi lontaran ketika terbentuknya Jagat Raya, Matahari juga melakukan Rotasi terhadap Sumbu putarnya dengan periode 25 hari.
 
Bintang terdekat terhadap Matahari kita adalah Bintang Kecil berwarna Merah yang disebut Proxima Centauri yang berjarak 4,3 tahun cahaya dari Matahari. Seluruh Tatasurya kita bersama dengan sistem Bintang-bintang lainnya yang berjumlah sekitar 200-300 milyar tersebut mengelilingi pusat galaxi Bimasakti (Milky Way) yang berbentuk Spriral.
 
Matahari memuat 99,85% dari semua massa yang ada dalam Tatasurya kita, sementara Planet-planet yang mengelilinginya hanya mengandung 0,135% massa total Tatasurya. Massa yang menggenapkan ini menjadi 100% dimiliki oleh benda-benda langit lain dalam Tatasurya kita seperti Komet (yaitu benda langit yang berukuran kecil, rapuh dan memiliki bentuk yang tak beraturan. terdiri atas campuran butiran-butiran padat dan gas beku (Amoniak, Metan, Karbon dioksida dan Air). Memiliki orbit berbentuk Eliptik yang dapat membawanya sangat dekat dengan Matahari. Komet memiliki inti yang dikelilingi oleh Coma yang bercahaya yang diameternya bisa mencapai 2,5 juta Kilometer), Asteroid (yaitu benda langit berupa batu dan logam yang mengelilinbgi Matahari namun terlalu kecil untuk dikategorikan sebagai Planet (bisa dinamakan dengan Planet kecil). Diameternya yang paling besar adalah sekitar 1000 Km, umumnya sekitar 240 Km sampai yang sangat kecil. Umumnya ada di orbit Mars dan Yupiter, tapi ada juga yang masuk ke orbit Bumi bahkan menabrak Bumi) dan satelit-satelit alam yang mengelilingi Planet-planet dalam Tatasurya Kita.
 
Bagian terluar Matahari disebut Corona (dapat terlihat pada saat Gerhana Matahari Total) yang merupakan Atmosfirnya. Pada bagian inilah cahaya yang menyilaukan tersebut nampak, yang merupakan gumpalan awan gas sangat besat yang berkilau sebagai akibat dari letusan lapisan Chromosphere yang paling atas. Bagian terluar dari Corona ini menjangkau jauh ke ruang angkasa (sampai sejauh 600.000 Km) dang mengandung partikel-partikel yang bergerak semakin menjauh dari Matahari secara perlahan-lahan.
 
Matahari dalam Tatasurya kita ini diperkirakan aktif sejak 4,6 milyar tahun yang lalu dan diperkirakan tetap memiliki sumber energi sampai 5 milyar tahun mendatang. Pada saat masa hidupnya nanti berakhir, Matahari akan mulai mencairkan Helium menjadi bahan yang lebih berat dan oleh karenanya Matahari akan mengembang dan terus mengembang sedemikian besarnya sehingga akan menelan Bumi. Setelah satu milyar tahun kemudian, Matahari akan terus meredup dan secara tiba-tiba akan runtuh menjadi Bintang yang kecil seperti bintang-bintang yang kita lihat sekarang. Namun diperkirakan akan memerlukan waktu satu Triliun tahun untuk benar-benar menjadi dingin dan mati.
 
Skenario di atas tentu saja hanyalah perhitungan Manusia dengan hanya melihat fenomena Fisika Matahari. Seperti apa yang telah dijanjikan Allah, Hari Kiamat itu bisa terjadi kapan saja sesuai Kehendak-Nya. Dan Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 34 :
 
ولكل امة اجل. فاذا جاء اجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون
 
“Setiap Ummat memiliki Ajal. Maka ketika telah datang Ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengakhirkan dan tidak pula dapat memajukan“.
 
 
Matahari meiliki Sembilan Planet yang mengelilinginya secara harmonis. Planet yang ketiga dari arah Matahari ke arah luar adalah Bumi tempat kita huni, namun demikian, pada tanggal 29 Juli 2005, NASA mengumumkan ditemukannya Planet yang ke-Sepuluh, meskipun masih mengundang perdebatan apakah itu benar-benar merupakan Planet yang ke-Sepuluh  setelah Planet ke-Sembilan Pluto yang telah ditemukan kurang lebih satu abad yang lalu. 
 
Planet-planet tersebut akan dijelaskan secara detail berikut ini dengan urutan mulai dari yang terdekat dengan Matahari ke arah menjauhi Matahari.
 

Merkurius (Mercury | عطارد)

Karena letaknya yang terlalu dekat dengan Matahari, Merkurius merupakan Planet kecil yang dipenuhi bebatuan, dikelilingi panas dan radiasi Matahari.
 
Meskipun Planet ini telah dikenal sejak 300 tahun sebelum Masehi oleh para Ahli Astronomi Yunani (dikenal dengan dua nama Apollo dan Hermes), hanya sedikit sekali yang dapat kita ketahui tentang Planet ini, karena sangat sukar diamati dengan menggunakan Teleskop dari Bumi akibat sudut Elongasi maksimumnya hanya 28 derajat dari Matahari bila dilihat dari Bumi. Dengan radius sebesar 4.880 Km, Merkurius mengorbit pada jarak 57.910.000 dari Matahari. Namun, meskipun lebih kecil dari Bumi, kerapatan Planet ini kira-kira hampir sama dengan Bumi, dalam Tatasurya kita, Merkurius adalah Planet dengan kepadatan nomor dua setelah Bumi, hal ini disebabkan inti planetnya yang mencapai 75% dari seluruh Planet. Massa intinya sekitar 60%-70% adalah besi yang diselimuti bebatuan disekelilingnya sampai setebal beberapa ratus kilometer.
 
Merkurius hanya pernah disinggahi oleh pesawat ruang angkasa Mariner 10 yang terbang tiga kali pada tahun 1974 dan 1975. Karena terlalu dekat dengan Matahari dan karena alasan keselamatan pada saat pengambilan gambarnya, hanya 45% dari permukaan Merkurius ini yang dapat dipetakan. Pada tahun 2004, NASA telah meluncurkan misi penjelajahan dengan pesawat Messenger yang akan mengorbit Merkurius mulai tahun 2011 setelah penerbangan yang tidak tetap.
 
Selain melakukan gerakan revolusi mengelilingi Matahari, Merkurius berotasi terhadap sumbunya yang hampir sejajar dengan sumbu putar Matahari, kemiringannya hanya 0,1 derajat. Gerakan rotasinya sendiri sangat lambat sehingga dua putaran revolusi penuh Planet ini hanya diikuti oleh tiga putaran rotasi terhadap sumbu putarnya. Ini berarti dua tahun di Merkurius sama dengan tuga harinya. Akibat siklus harian yang sangat lambat ini, sebelah permukaan Planet ini sangat panas, sementara belahan permukaan lainnya sangat dingin, dengan perbedaan termperatur antara siang dan malam adalah sekitar 10000 derajat celcius. Orbitnya sendiri lebih berbentuk elliptik dengan jarak terdekat ke Matahari sebesar 46 juta kilometer, sedangkan jarak terjauhnya sebesar 70 juta kilometer.
 
Permukaan Merkurius seperti permukaan Bulan dengan terain yang bergelombang, bukit yang dipenuhi debu yang tererosi secara hebat akibat hantaman meteor. Tidak ada lempengan tektonik pada Planet ini. Tebing-tebing hasil patahan dengan tinggi beberapa kilometer, begitu juga kawah-kawah yang memenuhi permukaannya. Langitnya selalu gelap karena tidak memiliki atmosfir yang mampu menyebarkan sinar Matahari. Dengan kondisi alam seperti ini, tidak mungkin ada kehidupan disana.
 

Keterangan tentang Merkurius menurut Astronomi Islam dalam Khulashatu Al-Wafiyah

Merkurius merupakan planet kecil berwarna merah yang terkadang dapat terlihat dari Bumi, karena kedekatannya dengan Matahari, planet ini selalu bersinar, tidak dapat diketahui secara pasti, apakah Merkuris memiliki daratan, lautan atau tanah lembab sebagaimana Bumi atau apakah tidak ditemukan air dan udara seperti Bulan, tetapi diketahui bahwa planet Merkurius lebih padat dari Bumi.
 
Jarak sedang planet ini dengan Matahari sekitar 57.000.000 km, sedangkan jaraknya dari Bumi sekitar 92.000.000 km.
 
Merkurius memiliki Luas tidak lebih dari 4.980 km dengan diameter 15.000 km, panjang orbitnya hanya dua pertiga panjang orbit Bumi, posisi lintasan orbitnya agak miring dari orbit Bumi (Ekliptika), berotasi pada sumbunya membutuhkan waktu 24 jam 5 menit dan mampu mengelilingi Matahari selama 88 hari, berarti satu tahun di Merkurius hanya seperempat tahun (3 bulan) di Bumi.
 

Venus (الزهرة)

Planet kedua yang meskipun letaknya jauh tapi masih terlalu dekat dengan Matahari sebagai sumber energi yaitu Venus. Planet venus adalah Planet yang keseluruhannaya diliputi oleh awan putih yang terang dengan temperatur sekitar 450 derajat celcius yang akan cukup panas melelehkan beberapa jenis logam. Atmosfirnya didominasi oleh gas karbon-dioksida. Panas ini sebetulnya efek greenhouse akibat atmosfir tebal karbon-dioksida tersebut. selain itu atmosfir Venus mengandung lapisan gas asam sulfur dengan ketebalan beberapa kilometer. Akibatnya, bila terjadi hujan di planet ini, maka hujan yang terjadi adalah hujan asam yang tidak akan memungkinkan makhlik hidup disana. Diperkirakan pernah ada kandungan air cukup besar di Venus seperti di Bumi, tapi kemudian hilang menguap karena terlalu dekat dengan Matahari, sehingga Venus menjadi Planet yang sangat kering sekarang. Venus dianggap sebagai planet dalam Tatasurya kita yang paling tidak mungkin dihuni oleh makhluk hidup.
 
Pada permukaannya, tekanan atmosfirnya adalah sekitar 90 terrestrial atmosphere, sekitar 90 kali tekakan di permukaan laut di Bumi. Tekanan sebesar ini sama dengan kalau kita menyelam sedalam satu kilometer di laut Bumi yang kita tempati. Venus adalah planet terbesar ke-Enam dengan orbit revolusinya yang mendekati bentuk lingkaran penuh, berjarak 108.200.000 km dari Matahari. Diameter Venus sendiri sebesar 12.103 km (hampir sama besar dengan Bumi), sedangkan sumbu putar Matahari sebesar 177 derajat. Ini berarti Venus berotasi dari Timur ke Barat, sehingga Matahari akan terbit di sebelah Barat dan tenggelam di arah Timur. Putaran Rotasinya juga sangat lambat, satu putaran rotasi (satu hari di Venus) adalah 243 hari di Bumi. ini bahkan lebih panjang daripada satu tahun di Venus (waktu untuk mengelilingi Matahari) yang hanya 255 hari di Bumi. Akibat waktu rotasinya yang hampir sama dengan waktu revolusinya, bagian muka Venus yang menghadap ke Bumi selalu sama pada saat kedua planet ini dalam posisi terdekat mereka. Akibat rotasinya yang sangat lambat pula, tidak terdapat medan gravitasi di Venus dan Venus tidak memiliki satelit, seperti halnyA Bulan sebagai Satelit Alam Bumi.
 
Pesawat ruang angkasa yang mengunjungi Venus adalah Mariner -2 di tahun 1962. Setelah itu, Planet ini dikunjungi oleh lebih dari 20 misi ruang angkasa diantaranya yang paling berhasil adalah Pioneer Venus pada tahun 1978 dan Venera -7 yang merupakan pesawat ruang angkasa pertama yang mengunjungi planet ini. Rusia juga pernah mengirimkan misi Venera -9 yang menghasilkan foto-foto pertama tentang Venus dan yang berhasil adalah Venera -16 (1983) dan Venera -17 (1984). Belakangan, Amerika Serikat dengan pesawat ruang angkasa Magellan yang mengorbit Venus berhasil mengambil peta-peta radar false color permukaan Venus secara mendetail. Data citra radar dari Magellan memperlihatkan bahwa permukaan Venus hanya bergelombang yang tidak terlalu tajam, ada juga beberapa gunung yang secara geologi masih aktif. Untuk sebagian besar permukaannya, secara geologis, permukaan Venus dianggap tenang selama ratusan juta tahun belakangan. Permukaan tertuanya sendiri diperkirakan berumur 800 juta tahun. Meskipun terdapat cukup banyak kehadiran folding di permukaan Venus, akan tetap tidak ada lempengan tektonik di planet ini.

Puncak gunung berapi yang berdiri lebih dari satu mil di planet Venus kemungkinan masih aktif, temuan baru ini menimbulkan perdebatan mengenai ada atau tidaknya kehidupan di planet ini.

Dilansir dari Space, planet Venus memiliki lebih banyak gunung berapi daripada planet lain di tata surya kita. 

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Venus memiliki lebih dari 1.600 gunung berapi besar, dan bisa memiliki lebih dari 100.000 atau bahkan lebih dari 1 juta gunung berapi yang lebih kecil.

Namun, yang menjadi pertanyaan apakah ada yang tetap aktif hari ini, karena tekanan dan suhu permukaan yang ekstrem di planet ini menyulitkan penyelidikan permukaan untuk bertahan sangat lama jika berada di planet Venus, belum lagi awan tebal analisis batas asam sulfatnya.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti menganalisis Idunn Mons, puncak gunung berapi Venus dengan tinggi sekitar 1,5 mil (2,5 kilometer) dan lebar 125 mil (200 km) yang terletak di Imdr Regio, wilayah dataran tinggi yang kaya akan gunung berapi di Venus selatan. Penelitian ini menemukan apa yang mereka pikir bisa menjadi aktivitas baru-baru ini.

Penjelasan singkat Tentang Venus dalam Kitab Khulashatu Al-Wafiyyah

Venus terbilang planet besar yang terdapat dalam tatasurya kita, luasnya sedikit lebih kecil dari Bumi, dimana radiusnya hanya sekitar 0,975 dari Bumi, sedangkan luasnya kurang lebih 0,954 dari luas Bumi. Lintasan orbitnya yang agak miring sekitar 50 derajat dari Ekliptika (orbit Bumi) ini berada di tengah-tengah antara orbit Bumi dan Merkurius, 
 
Apabila ia berada di sebelah kiri Matahari, maka dapat terlihat pada sore hari, sedangkan bila berada di sebelah kanan Matahari, maka akan terlihat di pagi hari dan Venus terbit sebelum fajar.
 
Adapun jarak Venus dari Bumi sebagai berikut ;
  • Jarak terdekatnya sekitar 37.250.000 km
  • Jarak sedangnya sekitar 42.465.000 km
  • Dan Jarak terjauhnya sekitar 233.930.000 km
Kemudian untuk jarak sedangnya dari Matahari adalah sekitar 107.000.000.
 
Venus berotasi pada sumbunya dengan memakan waktu 23 jam 21 menit dan membutuhkan waktu 224 hari 42 menit untuk dapat mengelilingi Matahari dalam satu kali putaran.
 
 

Bumi (Earth | الارض)

Planet ketiga yang terletak lebih menjauh dari Matahri adalah Bumi yang mengorbit pada 150 juta Kilometer (km) dari Matahari. Waktu untukmengelilingi Matahari adalah 365,256 hari, sedangkan Rotasinnya Satu hari adalah 23,9345 jam dengan sumbu putaran rotasinya membentuk sudut 23 derajat 27 menit sudut terhadap sumbu putar Matahari.
Dengan diameter sebesar 12.756 km (beberapa ratus kilometer lebih besar dari Venus), Bumi memiliki Atmosfir yang sangat ramah, justeru karena kemiringan Sumbu rotasi Bumi terhadap bidang Ekliptika. Kemiringan ini telah mencegah pemanasan yang berlebihan di wilayah Equator Bumi. Tanpa kemiringan ini perbedaan temperatur antara wilayah Equator dan Kutub akan jauh lebih besar dan Bumi akan menjadi tempat yang lebih sukar untuk tempat berseminya kehidupan. Bumi juga memiliki permukaan yang cantik dan medan magnet yang cukup menyenangkan, dimana semuanya tampaknya telah diciptakan secara khusus sebagai tempat hunian makhluk hidup, sangat berbeda dengan planet Merkurius dan Venus yang telah dikemukakan sebelumnya yang sangat panas karena terlalu dekat dengan Matahari, maupun planet-planet lain selanjutnya yang sangat dingin karena terlalu jauh dari sumber energi. Allah SWT telah menciptakan Bumi dengan Atmosfir yang bukan saja melundungi dari radiasi sinar Matahari dan bintang-bintang lainnya, tapi juga melindungi Bumi dari hantaman Meteor yang setiap saat jatuh menimpa Bumi karena Meteor-meteor tersebut pada umumnya telah habis terbakar setelah memasuki atau bergesekan dengan Atmosfir.
 
Atmosfir Bumi 78%-nya berupa Nitrogen, 21% Oxigen dan 1%-nya adalah campuran gas lain. Bumi adalah satu-satunya Planet yang terdapat makhluk hidup. Perputaran rotasi dan besaran kandungan besi-nikel diintinya menghasilkan medan grafitasi yang besar.
 
Satelit pertama yang melakukan pengamatan atas Bumi adalah Explorer -1 yang menemukan zona radiasi yang sangat besar yang dinamakan dengan Sabuk Radiasi Van Allen, yaitu berupa lapisan yang terbentuk dari partikel-partikel bermuatan listrik yang bergerak cepat dan terperangkap oleh medan magnet Bumi yang berbentuk Donat di wilayah sekitar Equator Bumi.
 

Mars (Mars | المريخ)

Planet berikutnya adalah Mars planet nomor empat ini merupakan planet terbesar nomor tujuh dengAn diameter 6794 km. Mars mengorbit pada jarak 222.940 km dari Matahari. Panjang hari di Mars sedikit lebih lama daripada di Bumi yaitu 24,6629 jam dengan sumbu putar 25 derajat, hampir sejajar dengan sumbu putar Bumi. Waktu orbitnya untuk mengelilingi Matahari (satu tahun Mars) adalah 686, 98 hari hampir dua kali tahun di Bumi.
 
Sebelum manusia melakukan eksplorasi, Mars dianggap sebagai planet yang paling mungkon menopang kehidupan karena para ahli Astronomi melihat garis-garis silang di permukaannya yang diduga adalah saluran irigasi penduduknya. Juga adanya perubahan warna di Mars yang semula diduga adalah perubahan rona vegetasi pada dua musim yang berbeda yang menyelimutinya.
 
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Muamar Khadapi

Beralamat di Cirebon, Jawa Barat

Add comment