Soloensis

Frozen Shoulder, Penyakit Apa Lagi Itu?

Gangguan Penyakit Tulang

Nyeri dan Kaku yang Mengganggu Pergerakan Bahu Anda

Pernahkah Anda merasakan nyeri dan kaku pada bahu yang membatasi pergerakan Anda? Jika ya, Anda mungkin mengalami frozen shoulder, atau adhesive capsulitis. Frozen shoulder adalah kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit dan kekakuan yang signifikan pada bahu, sehingga membuat gerakan mengangkat, memutar, dan menjangkau menjadi sulit.

Statistik yang Mengkhawatirkan

Menurut data dari Mayo Clinic, sekitar 2% orang dewasa di Amerika Serikat mengalami frozen shoulder di beberapa titik dalam hidup mereka. Prevalensi penyakit ini meningkat seiring dengan usia, dengan orang berusia di atas 60 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi.

Apa yang Terjadi pada Bahu Anda?

Penyebab pasti frozen shoulder masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa hal itu disebabkan oleh peradangan dan penebalan kapsul sendi bahu, jaringan yang mengelilingi dan melindungi sendi. Adhesi, atau jaringan parut, dapat terbentuk di dalam kapsul, menyebabkan kekakuan dan membatasi pergerakan bahu.

Frozen shoulder biasanya berkembang secara bertahap dalam tiga tahap:

Tahap Pembekuan: Nyeri dan kekakuan pada bahu secara bertahap memburuk, biasanya berlangsung selama beberapa bulan. Tahap Beku: Nyeri dan kekakuan mencapai puncaknya, dan pergerakan bahu menjadi sangat terbatas. Tahap ini dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga satu tahun. Tahap Pelelehan: Nyeri dan kekakuan secara bertahap berkurang, dan pergerakan bahu mulai membaik. Tahap ini dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga satu tahun.

Gejala yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Gejala utama frozen shoulder adalah rasa nyeri dan kaku pada bahu. Nyeri ini dapat terasa tajam, menusuk, atau seperti ditarik. Kekakuan dapat membuat gerakan mengangkat, memutar, dan menjangkau menjadi sulit, bahkan aktivitas sehari-hari seperti menyisir rambut atau mengancingkan baju pun bisa terasa menyakitkan.

Siapa yang Berisiko Tinggi?

Meskipun penyebab pasti frozen shoulder masih belum diketahui, beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena penyakit ini, antara lain:

  • Usia: Frozen shoulder lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun.
  • Jenis kelamin: Wanita lebih berisiko terkena frozen shoulder daripada pria.
  • Riwayat cedera bahu: Cedera pada bahu, seperti rotator cuff tear, dapat meningkatkan risiko frozen shoulder.
  • Kondisi medis tertentu: Diabetes, penyakit tiroid, dan penyakit Parkinson dapat meningkatkan risiko frozen shoulder.
  • Kurang aktivitas fisik: Kurang aktivitas fisik, seperti setelah stroke atau operasi, dapat meningkatkan risiko frozen shoulder.

Diagnosis dan Pengobatan yang Tepat

Diagnosis frozen shoulder biasanya dilakukan berdasarkan pemeriksaan fisik dan tes pencitraan seperti rontgen atau MRI. Dokter akan memeriksa pergerakan bahu Anda dan mencari tanda-tanda kekakuan dan nyeri. Tes pencitraan dapat membantu menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari nyeri bahu.

Pengobatan frozen shoulder bertujuan untuk meredakan nyeri dan kekakuan, serta meningkatkan pergerakan bahu. Beberapa pilihan pengobatan yang tersedia antara lain:

  • Obat-obatan: Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan nyeri.
  • Fisioterapi: Latihan fisioterapi dapat membantu meningkatkan pergerakan bahu dan mengurangi kekakuan.
  • Suntikan steroid: Suntikan steroid ke dalam sendi bahu dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.
  • Operasi: Operasi biasanya hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir jika pengobatan lain tidak berhasil.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Meskipun tidak ada cara yang pasti untuk mencegah frozen shoulder, beberapa tips yang dapat membantu mengurangi risiko antara lain:

  • Tetap aktif: Lakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga.
  • Jaga postur tubuh yang baik: Postur tubuh yang buruk dapat meningkatkan risiko cedera bahu.
  • Lakukan peregangan bahu secara teratur: Peregangan bahu dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi kekakuan.
  • Segera obati cedera bahu: Cedera bahu harus segera diobati untuk mencegah komplikasi seperti frozen shoulder.

Frozen shoulder dapat menjadi kondisi yang mengganggu dan membuat frustrasi. Namun, dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, Anda dapat meredakan nyeri dan kekakuan, serta meningkatkan pergerakan bahu Anda.

    Apakah tulisan ini membantu ?

    Add comment